Marketplus.id – Kemajuan teknologi berpotensi membuat sebagian pekerjaan digantikan oleh robot. Menurut Aristyo Hadikusuma, Director of Otinesia, pekerjaan yang nantinya akan digantikan oleh robot ialah pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang dan kualitasnya tidak meningkat.

Supaya kita tidak digantikan oleh robot, kita perlu mengembangkan keahlian digital. Dalam paparan Aristyo, pekerjaan-pekerjaan tersebut ialah creative content, data analytics, data visualisasi, decision making, human computer interaction, mobile app development, user experience design, UX research, dan web development.

Skill itu bisa dipelajari secara otodidak atau melalui sekolah formal. Secara otodidak bisa dilakukan melalui internet,” tutur Aristyo dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (01/11/2021).

Ia mengatakan, setelah mempelajari skill-skill tersebut, kita bisa menyalurkannya di manapun. Dalam paparan Aristyo, pekerjaan yang relevan di antaranya menjadi entrepreneur, staff, atau bahkan freelancer. Di masa sekarang sudah banyak entrepreneur yang membangun bisnis startup. Aristyo juga menyampaikan bahwa kita bisa menjadi staff dalam perusahaan start up atau menjadi seorang freelancer yang bekerja bebas tanpa ikatan waktu seperti di kantor.

“Kita bisa mendapatkan gaji dollar dengan menguasai skill-skill itu. Kita bisa bekerja dengan gaji dollar dari rumah untuk bekerja secara remote di perusahaan luar negeri,” paparnya.

Hal tersebut bisa menjadi opsi apabila kita merasa bahwa kemampuan kita sangat baik untuk bekerja pada perusahaan internasional. Di samping itu, menjadi freelancer juga bisa membuat kita digaji dengan kurs dollar melalui situs seperti fiverr, up work, peopleperhour, dan lain sebagainya. Kita harus luar biasa menguasai dalam satu industri agar tidak tergantikan oleh industri lain yang lebih baik dalam teknologi. Kita harus kuasai dan dalami satu skill hingga menjadi seorang expert. Menurutnya, usahakan expert dalam satu bidang industri agar tidak tergantikan oleh robot.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (01/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Wijaya Kusuma (Ketua RTIK Kabupaten Subang), Nindy Tri Jayanti (Entrepreneur), Arya Shani Pradhana (CEO & Founder Tekape Workspace), dan Isnaini Arsyad sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.