Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiata Literasi Digital di JawaTimur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Surabaya, (18/11).

Acara dipimpin oleh Moderator Riska Regita, S.E, CPS® dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu  Arief budiono S.T,M.M, Drs. Heru Mursanyoto, MM, Vivid Sambas ST, MMT., Akhmad Firmannamal, Ph.D., Ismaya Dwi Agustina (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Bersama Lindungi Data Pribadi Di Platform Digital dan masing-masing narasumber berbicara  dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 556 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber  Akhmad Firmannamal, Ph.D adalah apakah dengan menggunakan jasa orang lain dalam mencetak sertifikat vaksin itu menjadi ancaman terhadap data pribadi kita?

Akhmad Firmannamal menerangkan, “Dari pemerintah sendiri tidak mewajibkan untuk mencetak sertifikat vaksin karena sudah lengkap semuanya dalam aplikasi resmi peduli lindungi. Tinggal digunakan saja saat check in ke tempat umum. Dan apabila sudah terlanjur, sudah pasti berbahaya karena orang lain bisa menlihat kartu kita, data pribadi kita (KK, Tanggal lahir, Tanggal Vaksin, Alamat) Cetak kartu vaksin menjadi bentuk KTP tentunya akan berbahaya jika kita menggunakan jasa pihak ketiga, karena kita tidak tahu dan tidak mengenal pihak ketiga ada kemungkinan dtaa probadi kita akan digunakan untuk tindakan yang tidak bertanggungjawab, ada juga kemungkinan data kita akan diperjualbelikan pada pihak lain”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di JawaTimur I. Kegiatan ini membahas empat  pilar utama Literasi Digital; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), EtisBermedia Digital (Digital Ethics), danCakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu factor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.