Marketplus.id Desa mandiri merupakan desa yang mampu mengatur dan membangun desanya dengan memaksimalkan potensi yang ada dan memaksimalkan kemampuan masyarakatnya, serta tidak tergantung pada bantuan pihak luar.

Kita sudah masuk dalam revolusi industri 4.0, yang merupakan arah perubahan baru yang penting untuk menjadikan suatu desa sebagai objek dalam menjadikan desa tersebut menjadi desa mandiri dengan digitalisasi

Digitalisasi merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan oleh suatu desa untuk memaksimalkan kemampuan yang ada di desa, maupun kemampuan masyarakatnya. Sehingga desa tersebut akan berkembang dan menjadi desa mandiri.

Dalam webinar Ngobrol Bareng Legislator, dengan tema “Menjadi Desa yang Mandiri dengan Digitalisasi” ini, Kementerian Kominfo dan DPR RI berharap webinar tersebut menjadi wadah dalam membentuk kesadaran dan mendorong masyarakat untuk bersama-sama membangun desa yang mandiri dengan memanfaatkan digitalisasi.

Dalam menjadikan desa mandiri dengan digitalisasi, Komisi 1 DPR RI, Slamet Ariyadi, S.Psi, memaparkan tips dalam membangun desa yang mandiri dengan digitalisasi.

“Kita perlu memberikan support moral kepada desa dan memberikan dorongan untuk menciptakan sumber daya manusia yang melek akan digital. Tentunya kami berharap para peserta yang hadir mampu menjadi penggerak untuk menciptakan digitalisasi di desa, karena dampak tersebut dapat menjadikan wajah baru Indonesia untuk lebih maju menghadapi tantangan seperti pandemic,” ujar Slamet Ariyadi, (21/4).

Banyak hal yang positif yang perlu dilakukan dengan memanfaatkan digitalisasi. Direktur Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangarepan  mengatakan, “Oleh karena itu, peningkatan penggunaan teknologi digital perlu diimbangi dengan kapasitas literasi digital yang mumpuni, agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan produktif, bijak, dan tepat guna”.

Namun dalam pengembangan desa mandiri dengan digitalisasi ini, tidak bisa terlepas dari problematika yang terjadi.

Menurut Febri Wahyuni Sabrani, selaku digitalpreneur, problematika digitalisasi di Indonesia adalah kurangnya fasilitas pendukung di daerah 3T, jumlah pengguna internet yang begitu banyak tidak sebanding dengan kapasitas internet yang tersedia, dan terdapat 9.113 daerah dalam belum tersentuh jaringan 4G.

“Ini merupakan PR  pemerintah untuk menyediakan akses internet di seluruh Indonesia,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Slamet Ariyadi mengharapkan, dalam mewujudkan desa mandiri dengan digitalisasi, sumber daya manusia yang ada ditingkat desa harus bisa memberdayakan digitalisasi, ini merupakan tugas kaum milenial untuk dapat mengkampanyekan gerakan digitalisasi ini sampai tingkat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *