Marketplus.id – Pandemi memaksa masyarakat beradaptasi dengan teknologi dan memaksimalkan pemanfaatan ruang digital untuk kehidupan sehari-hari. Melaluo jejaring internet para pengguna membaur, tidak ada lagi batas geografis negara. Diperlukan etika dan sikap toleransi agar ruang digital tetap kondusif serta terhindar dari konflik.

“Perubahan budaya setelah digitalisasi membawa perubahan cara berinteraksi di internet. Karena itu segala aktivitas digital harus menerapkan etika digital,” ujar Dosen Praktisi Program Magister UNAIR dan HR Profesional, Rovien Aryunia saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (9/9/2022).

Ia melanjutkan, etika digital merupakan tata krama dalam menggunakan internet. Urgensi etika berinternet ini diperlukan mengingat pengguna internet berasal dari berbagai macam negara dengan perbedaan bahasa, budaya dan adat istiadat.

Setiap warga digital harus belajar etika seperti saat mengakses informasi, yakni memilah informasi supaya terhindar dari hoaks dan memverifikasi kembali sebelum menyebarkannya. Apalagi saat ini dengan adanya internet membuat setiap orang kebanjiran informasi yang semuanya belum tentu kebenarannya.

“Memahami etika digital berarti juga membentengi diri dari hal negatif saat berpartisipasi membangun relasi sosial di masyarakat,” katanya lagi.

Menurut survei Literasi Digital di Indonesia pada tahun 2021, Indeks atau skor Literasi Digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori sedang.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya antara lain Dosen Praktisi Program Magister UNAIR dan HR Profesional, Rovien Aryunia, Ketua RTIK Kab Ngawi, Fetty Kurnia, serta Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Reny Yuliati. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *