Marketplus.id – Setiap individu harus memahami netiket atau tata krama berinternet. Sehingga apa yang dilakukan di ruang digital dapet meninggalkan jejak digital positif.

Minimnya pemahaman netiket membuat netizen kerap berperilaku tidak sopan dan berujung kasus hukum. Imbasnya, rekam jejak digital mereka menjadi jelek. Sekarang ini rekam jejak digital menjadi salah satu penilaian dalam mendapatkan pekerjaan.

“Ingat, sekarang sudah tidak seperti masa lalu. Sebagai HRD, saya merekrut karyawan, di proses akhir minta akun sosial medianya, kita cek bagaimana dia di media sosial. Kita akan rekrut berdasarkan karakter,” kata Relawan Mafindo, Dosen Praktisi, dan HR Professional, Rovien Aryunia, S.Pd., M.PPO., M.M saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Jumat (23/9/2022).

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Menurut Rovien, ada beberapa netiket yang dapat dipelajari netizen. Terutama, setiap individu harus ingat keberadaan orang lain di dunia digital. Sehingga segala sesuatu tidak boleh dilakukan seenaknya sendiri.

“Taat pada perilaku online yang sama kita jalani dalam dunia nyata. Sebelum berkomentar pikir dulu, jangan komentar kalau tidak kompeten,” kata Rovien.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Relawan Mafindo, Dosen Praktisi, dan HR Professional, Rovien Aryunia, S.Pd., M.PPO., M.M. Kemudian Relawan MAFINDO Jombang dan Guru SMAN Ploso Jombang, Hanifah Atmi Nurmala, serta mengundang Anggota JAPELIDI dan Dosen Unmuh Jember, Ulya Anisatur Rosyidah, M.Kom.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi, bisa klik ke Instagram @siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *