Marketplus.id – Kebutuhan protein harian seseorang tergantung pada banyak faktor, seperti berat badan dan seberapa banyak otot yang dimiliki, bukan hanya dilihat dari faktor pria atau wanita. Tetapi Anda mungkin tidak mengetahui hal tersebut apabila Anda hanya melakukan pencarian sederhana terkait protein di internet saja.

Hal tersebut disampaikan Susan Bowerman, Senior Director, Worldwide Nutrition Education and Training, Herbalife Nutrition,

Setelah mendapatkan gambaran kasar tentang berapa banyak protein yang harus Anda konsumsi setiap hari, Anda pasti ingin mengetahui seberapa banyak yang benar-benar protein yang dikonsumsi.

“Yang paling mudah adalah membuat perkiraan bahwa jumlah protein dalam makanan adalah 25g per porsi, dan jumlah protein dalam makanan ringan sekitar 10g per porsi,” ujar Susan.

Ia menggambarkan, porsi umum dari makanan berprotein yang kita makan memiliki kandungan protein sekitar 25gr, dan camilan berprotein kira-kira dalam kisaran 10gr. Misalnya, 3 ons ikan atau ayam yang dimasak mengandung protein sekitar 25 gram. Sementara camilan dari satu kotak yoghurt, satu batang protein bar, atau segenggam kacang kedelai panggang akan mengandung protein sekitar 10 gr.

Sehingga jika seorang wanita menginginkan asupan protein sekitar 100gr sehari, maka dapat dengan mudah melakukannya dengan mendapat 25gr (per porsi) setiap makan, dan mengkonsumsi beberapa camilan berprotein. Dan jika Anda, seorang pria yang menargetkan asupan protein sekitar 150gr sehari, Anda cukup menggandakan porsi asupan protein dalam beberapa kali makan untuk mencapai target.

Tips Praktis untuk Membantu Mengukur Asupan Protein

Berikut adalah tips dan rekomendasi utama untuk membantu memantau asupan protein Anda:

1. Pastikan untuk membaca label nutrisi agar dapat mencatatnya dengan lebih akurat.

2. Agar lebih akurat, timbang beberapa kali makanan berprotein yang Anda siapkan agar Anda mengetahui jumlah protein dalam porsi yang biasa dimakan.

3. Gunakan aplikasi untuk pemantauan harian.

4. Jika membutuhkan lebih banyak protein, cobalah makanan pengganti atau protein shake, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pribadi, dengan tambahan bubuk protein atau tambahan protein lain seperti yogurt, keju cottage, tahu, atau selai kacang.

5. Jangan hanya fokus pada protein, keseimbangan diet secara keseluruhan juga penting. Jadi pastikan diet harian mencakup banyak karbohidrat sehat (dari buah-buahan, sayuran, bijibijian, dan kacang-kacangan) serta beberapa lemak baik dari kacang-kacangan, alpukat, dan minyak nabati.