26 Maret 2025

Marketplus.id – Indonesia negara paling mengadopsi e-commerce di dunia pada 2019. Sebanyak 34% warga Indonesia meningkatkan pembelian via online di 2020, 72% menyatakan tetap melakukan transaksi daring. Sedangkan 25% pernah mengalami tindak penipuan dalam bertransaksi.

Berbagai aplikasi baik fintech, e-commerce, serta berbagai platform digital lainnya selalu memerlukan data pribadi pengguna. Apabila tidak berhati-hati, maka para penjahat digital dengan mudah akan menyalahgunakan data tersebut.

“Keamanan siber menjadi tantangan di Industri digital Indonesia. Ancaman siber bisa menyasar pengguna dan perusahaan penyedia produk atau jasa dengan tujuan mendisrupsi pengoperasian bisnis usaha,” kata Dr. Ni Made Ras Amanda G, anggota Japelidi dan Dosen Universitas Udayana dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (25/6/2021).

Lanjut Amanda, selain itu, ancaman siber juga bisa bertujuan untuk mengakses data para pengguna produk atau jasa digital untuk mencuri identitas serta menjualnya kepada pihak ketiga.

“Guna meminimalisasi kejadian yang tidak diharapkan, pengguna perlu menjaga data pribadinya agar dapat melindungi dirinya dari kejahatan digital, ada sejumlah cara untuk menjaga keamanan data dari kejahatan dunia maya,” katanya.

Untuk itu pentingnya menjaga diri saat bertansaksi, seperti kelola kata sandi (password) pada ponsel, komputer dengan kata sandi yang unik, tidak membagikannya kepada siapa pun, serta melakukan perubahan berkala.

Kedua, pastikan keluar (logout) dari akun saat selesai bertransaksi daring serta menutup aplikasi transaksi tersebut. Ketiga, gunakan perangkat pangamat (firewall) dan antivirus. Keempat, gunakan email dengan baik, sebaiknya tidak membalas email atau pesan dari sumber yang tidak diketahui.

Kelima, amati metode pembayaran yang telah disepakati atau ditetapkan. Dan keenam pelajari metode konfirmasi dan klaim.

“Mari tunjukkan dunia, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa bermartabat baik di dunia nyata maupun maya,” tutupnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (25/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Taufik Aulia, Vhie Saliendra (Podcaster Bandungtanpakamu), I Wayan Adi Karnawa (Relawan TIK Bali), dan Key Opinion Leader Jessica Alexy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *