Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Kediri.
Acara dipimpin oleh Moderator, Riska Regita, S.E, CPS, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Nisfu Asrul Sani, Jacob Win, Vivid Sambas ST, MMT, Akhmad Firmannamal, Ph.D dan Danin Sibilo (KOL).
Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Literasi Digital : Penting ? dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.
Dengan jumlah 1051 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.
Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Vivid Sambas ST, MMT adalah umur berapa anak-anak boleh mengambil foto diri dan menyebarkan di medsos serta seberapa tingkat wajar identitas diri yang bisa di masukkan ke medsos?
Menurut Vivid Sambas, ada beberapa dari flatfoarm yang memiliki aturan sendiri-sendiri, pemerintah kita melalui RUU Undang-Undang data pribadi itu harus 17 tahun kalau di bawah itu harus persetujuan orang tua, anak-anak sudah mempunyai WA itu memakai foto profil, kita lihat di setingan nya yang dapat melihat foto nya siapa saja supaya foto nya tidak tersebar.
“Sebagai orang tua tidak perlu terlalu khawatir, tidak semua negative tetapi ada positif nya. Selain proteksi kita juga membatasi akun yang digunakan anak, kita bisa mengecek akun yang dipakai anak. Yang penting anak nyaman sama kita, berdiskusi sama kita, jangan gampang di marahi,” ujarnya.
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).
Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.