Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Kediri, (6/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Salma Nafi’ aturrofi’ah, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu narasumberyaituSyahrul Ramadhan, Chusnur Ismiati, S.H, M.M, Ulil Albab, Elly Nurul dan Anelies Praramadhani (KOL).

Dengan jumlah 1193 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Syahrul Ramadhan adalah Saat ini sudah banyak sekali plagiat yang sangat mudah meniru kreatifitas orang lain, dan kita sebagai orang biasa juga tidak bisa untuk menuntut jika produk yang kita buat diplagiat karena produk kita juga belum punya hak paten atas brand/ produk yang sudah kita buat. Lalu bagaimana tipsnya agar brand/produk yang sudah kita buat tidak mudah diikuti/ditiru oleh orang lain?

Syahrul Ramadhan menjelaskan,  “Di arus digital ini, kita bisa tahu produk yang ada di luar, tidak hanya di Indonesia, karena ada konsep one world one village. Kita bisa akses semuanya dengan mudah. Dalam proses pengembangan inovasi (tulisan) ada yang Namanya metode penelitan/ rnd, tentu saat hal ini menjadi pijakan orang lain untuk mengembangkan karyanya merupakan suatu keniscayaan. Seperti revolusi industry yang bermula dari mesin uap sampai ke internet. Karya tulis kalau ditiru akan keliahatan, tapi kalau jadi dasar referensi memang sudah tidak bisa dipungkiri. Di tengah era digital ini, selain punya daya kreativitas, kita dituntut untuk jadi inovatif. Misal, ada odar (ojek daring) A mengantar manusia, kemudian ada inovasi lain odar B yang bisa mengantarkan makanan juga, kemudian odar A tidak mau kalah dan membuat inovasi antar barang, itu bukan plagiasi karena ada beda”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.