Marketplus.id – Berbagai produk usaha yang dihasilkan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk ikut bersaing di pasar internasional. Terlebih dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang mudah diakses para pelaku usaha, terutama pengusaha baru dari kalangan milenial atau generasi Z.

Kondisi tersebut bisa menjadi peluang menjanjikan bagi para pengusaha UMKM Indonesia. Selain memiliki pengaruh yang besar bagi UMKM sendiri, kegiatan ekspor juga dapat membantu pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

“Masih banyak pelaku usaha yang belum mengetahui bagaimana cara menjual produknya ke pasar internasional. Sebenarnya dua hal yang perlu dilakukan dalam pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa bersaing di tingkat internasional atau go international,” ungkap Jonathan Adi Prabowo, CEO Good Craft Indonesia, saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (6/8/2021).

Pertama, keunggulan kompetitifnya mesti ditingkatkan. Kedua, UMKM Indonesia harus makin berbasis digital dan teknologi baik dari sisi operasi maupun produk. Lanjutnya, sejumlah hal telah dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) agar UMKM kompetitif. Dari sisi perdagangan, mendukung penyediaan bahan baku, desain produk, sistem logistik dan lain-lain.

“Jangan lupa perjanjian internasional juga merupakan fasilitasi tak langsung kepada UMKM. Adanya perjanjian perdagangan dan ekonomi sangat membantu mendapatkan tarif preferensi dan fasilitas untuk mencapai standar-standar yang lebih tinggi. Artinya UMKM akan bisa menjual barang dengan harga lebih rendah dan punya standar yang bisa diterima di negara mitra dagang Indonesia,” terangnya.

Terkait dukungan teknologi, dia bilang, pihaknya terus mendorong bukan hanya dari sistem pembayaran tapi juga sisi perdagangan. Ia mendorong, khususnya generasi muda agar makin produktif dan percaya diri dalam menghasilkan produk digital dan teknologi. Produk digital memiliki prospek yang sangat besar di masa depan untuk ekspor. Produk-produk digital seperti aplikasi dan game online akan makin besar pasarnya di masa depan.

“Kita punya potensi. Itu yang harus dikembangkan. Dan kita harus percaya diri bisa menghasilkan produk teknologi semacam itu. Saya sudah berkeliling dan bertemu generasi muda potensial soal itu. Ini peluang dan kita pasti bisa memanfaatkan peluang itu,” jelasnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (6/8/2021) juga menghadirkan pembicara, Abd. Rohman (Kepala UPT PMB Universitas Tribhuwana Tunggadewi), Livi Azahra Zhafirah (Founder – Account Director Dapur Visual), Agung Gita Subakti (Lecturer Specialist S2 Universitas Bina Nusantara), dan Untsaa Nabila sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.