Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Sidoarjo, (6/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Mirda Tri Aries Chandra, S.Pi., CPS®️ dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu  Nur Aini Rakhmawati, PhD, Ainur Rohman, S.A.P, Steve Pattinama, Akhmad Firmannamal, Ph.D dan key opinion leader Erbe Sentanu.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Jangan Asal Comot Yuk Hargai Kekayaan Intelektual di Dunia Digita ldan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 357 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Ainur Rohman, S.A.P adalah Ketika suatu karya unggahan milik kita di repost orang lain tanpa menyebutkan sumber karya tersebut, namun hal ini sudah terlanjur memicu kontroversi, terutama bagi mereka yang berkecimpung di dunia kreatif. Pertanyaan saya sudah sejauh mana sih tindakan repost ini dibenarkan? Lalu Point point apa saja yang merupakan etika dalam melakukan repost di media sosial?

Ainur Rohman memaparkan, “Jika sudah terlanjur terjadi kontroversi, maka yang bisa dilakukan adalah melakukan komunikasi kepada pengunggah melalui berbagai platform, Jika terjadi di sosial media, lakukan kritik atau protes namun tetap memperhatikan etika berkomunikasi dan menjaga moral dan etiket digital”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.