Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Bojonegoro, (9/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Vio Annisa, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu JOTA HAPSORO, Defri Prasetyo, S.Pd, M. Alvin Nur Choironi, Rita Nurlita, S.Sos., M.I.Kom dan Rizky Ardi Nugroho (KOL).

Dengan jumlah 1215 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Alvin Nur Choroni adalah Saat ini, kita ketahui bahwa anak anak dibawah umur sudah pandai dalam mengoperasikan  teknologi internet dan medsos. Dimana dengan internet apapun bisa dicari. Namun disisi lain akan berdampak sekali dengan karakter yang dibentuk. kemungkinan besar juga karakter negatif itu akan terbentuk. Lalu di usia berapa seharusnya kita sudah mengajarkan literasi diruang digital kepada anak, agar dapat bertanggung jawab?

Alvin Nur Choroni mengatakan, “Jangan berikan original youtube, batasi anak dengan tontonan dewasa, mengedukasi anak dari pertama dia pegang hp”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.