Marketplus.id – Era digital masyarakat dimanjakan dengan akses informasi yang terbuka luas untuk memudahkan segala macam sendi kehidupannya. Namun, ada tantangan yang harus dihadapi masyarakat dengan kemudahan itu yakni berbagai dampak negatif serta ancaman penyalahgunaan data di internet.

Sebagian besar masyarakat mengakses internet untuk sosial media dengan waktu rata-rata 3 jam 14 menit per hari, sisanya untuk mengakses WhatsApp, untuk kegiatan belajar daring hingga rapat online, dan berbelanja di platform digital. Di balik segala kemudahan dalam mengakses informasi dan bertransaksi, ada satu isu yang perlu dicermati lebih jauh yakni kejahatan di dunia maya yang memanfaatkan data pribadi.

Menurut Muhammad Imron Rosadi, Ketua Relawan TIK Kabupaten Pasuruan & Ketua Tim IT Yudharta, perlindungan data pribadi merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang. Untuk itu data, entah personal maupun non personal merupakan aset yang bernilai tinggi.

“Karena nilai yang tinggi itu, sehingga data jangan sampai mengalami kebocoran,” ujar Rosadi, saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (12/8/2021).

Ia menegaskan, seperti pelaku usaha, menjaga data itu penting karena terkait dengan menjaga kepercayaan pelanggan dan masyarakat. “Kalau data tidak dijaga dengan baik, pelanggan akan meninggalkan,” ungkapnya.

Mengenai data pribadi sudah tertera di UU ITE Pasal 1 angka 29 PPSTE (Penyelenggara Sistem Transaksi Elektronik), yaitu setiap data tentang seseorang baik yang teridentifikasi dan/atau dapat diidentifikasi secara tersendiri maupun dikombinasi dengan informasi lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sistem elektronik dan/atau maupun non elektronik.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (12/8/2021) juga menghadirkan pembicara, Kis Uriel (Storyteller), Ronal Amarantha Tuhatu (Psikolog dari Universitas Indonesia), dan Idul Futra (Founder at Madame Lim & Co-Founder at Dimancy.co.id).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.