Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Lamongan, (23/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Nama Moderator, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Afif Hidayatullah, SE., S. Pd., M. Ak, C. Ht, C. NNLP, C. STMI, Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc, Rachel Octavia, B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM dan Timothy Marbun (KOL).

Dengan jumlah 1260 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM. adalah Bagaimana cara menjaga rekam jejak digital kita? terutama rekam jejak digital negatif yang sudah terlanjur tersebar di internet, karena bila kita ada rekam jejak negatif itu berada pada penguasaan pihak ketiga seperti orang lain atau media?

Muhammad Yusuf Satria menuturkan, “THINK before repost maka jejak digital akan selalu positif. Jawaban kedua, menghilangkan itu mustahil namun bisa meminimalisasinya. Permasalahan jika ada pihak ketiga yang sudah terlanjur men-screenshot, caranya? Cek dulu jejak digital negatif itu kebenaran atau fitnah; ketika itu fitnah gunakan kode etik dan cara yang sopan ataupun jalur hukum untuk xx. Jika itu kebenaran, buat berita itu mundur dengan memainkan SEO dengan membanjiri artikel positif dari kita sehingga yang negatif itu terdorong mundur. Intinya, rekam jejak digital tak akan hilang; maka banjiri dengan jejak positif”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.