Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Lamongan, (Lamongan).

Acara dipimpin oleh Moderator, Zafirah Aurelia Budiman, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Nur Aini Rakhmawati PHD, Ali Ahmadi S.Kom, Wijaya Kusumah S.pd., M.Pd, Dr.Rer, Nat, I Made Wiryana, S.Kom., S.Si., MAPPSC  dan Clarita Mawarni Salem (KOL).

Dengan jumlah 1894 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Ali Ahmadi S.Kom adalah Budaya itu sangat erat, Bagaimana pendapat nya bapak tentang kehidupan di sosial media kita pada hari-hari ini yang mana banyak dari para netizen menelan mentah-mentah semua culture/Budaya dari internet tanpa memfilternya dan bahkan bertolak belakang dengan Culture dan Budaya Indonesia. Apa saja tolak ukur yang bisa menyerap informasi yang ada di internet?.

Ali Ahmadi mengatakan, “Menekan hoax dan memfilter berita-berita, diperlukan kemampuan dalam berpikir kritis. Oleh karena itu, diperlukannya belajar agar kita tidak menelannya mentah-mentah. Lebih baik kita memikirkannya terlebih dahulu, saring terlebih dahulu. Mulailah dengan membagikan sesuatu dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.