Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Jember, (3/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Mirda Tri Aries Chandra, S.Pi., CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc., Dr. Kun Wazis, S.Sos., M.I.Kom, Maria Advianti, Pradipta Nugrahanto dan William Yuswan.

Dengan jumlah 705 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Dr. Kun Wazis, S.Sos., M.I.Kom adalah Apa yang menjadikan Islam terlihat lumrah (biasa) disandingkan dengan kata radikalisme dan bagaimana cara kita sebagai generasi millenial Islam untuk mengubah wajah Islam menjadi yang sebenar benarnya, yakni ajaran tanpa kekerasan.

Kun Wazis menjelaskan, “Terjadinya suatu ketidakpahaman antara ajaran Islam yang sebenar-benarnya adalah akibat banyaknya berita menyimpang yang dipercayai oleh banyak orang. Hal yang dapat kita lakukan untuk megurangi pandangan negatif terhadap ajaran agama Islam adalah sebagai generasi digital kita wajib memiliki perspektif yang positif. Hindari penggunaan bahasa asar di sosial media, mengangkat isu SARA, dan saling menjatuhkan satu sama lain. Sebarkan di media masing – masing dengan sebanyak – banyaknya bahwa ajaran Islam, merupakan ajaran yang lemah lembut dan saling menyayangi”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.