Marketplus.id – Kemajuan teknologi, salah satunya dengan kemunculan media sosial, membuat masyarakat kerap lupa dengan apa yang layak dan tak layak dibagikan ke media sosial. Akibatnya, tak jarang hal yang tak diinginkan justru menimpa kita dan keluarga, karena tak jeli dan selektif dalam memilih unggahan yang tepat.

Hal itu disampaikan, Ervita, Sosial Media Spesialist PT Pos Indonesia, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Senin (6/9/2021). Ada beberapa pertimbangan yang perlu dipikirkan sebelum mengunggah konten agar tidak berimplikasi buruk di masa depan. Karena bisa saja efek negatifnya dari salah unggahan bisa mulai dari hinaan terhadap fisik, keluarga, pertengkaran yang berujung hukum karena jerat Undang-Undang atau UU ITE dan sebagainya.

Berikut tiga hal yang tidak boleh diumbar di medsos untuk melindungi privasi, seperti:

  • Kartu identitas seperti paspor dan data diri lainnya

Beberapa orang menyukai membagikan foto perjalanan liburannya dengan mengunggah boarding pass di media sosial. Nyatanya, dalam foto tersebut terdapat identitasmu yang nantinya bisa disalahgunakan oleh orang tidak bertanggung jawab.

  • Masalah pribadi

Pasalnya bukan simpati yang akan kamu dapatkan, namun respons yang akan menilai kamu lebay atau alay. Sebaiknya simpan masalah pribadi dan ceritakan pada orang-orang terdekat saja.

  • Komentar kasar

Di dunia maya akan banyak ditemukan orang yang tak memiliki etika yang harus dijaga. Sehingga pakailah kata-kata yang baik agar tidak menyakiti orang lain.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Senin (6/9/2021) juga menghadirkan pembicara, Musfiqurrohman (Pengurus PWI Jawa Timur & Penulis Buku), Fahrurozzi (Guru Mandrasah Miftahul Huda Tumpang), Mohammad Rifqi (CEO Straight Away), dan Delfia Noor Safitri (Beauty Vlogger & Influencer) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.