Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Lamongan, (6/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Muhammad Ilham Perkasa, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc, Riskiyana Prihatiningsih, M.Pd, Aulia Siska, S.Sos, B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM dan key opinion leader (KOL) Gery Ardian.

Dengan jumlah 961 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Gery Ardian adalah menyadari mengenai pentingnya personal branding digital karena secara tidak langsung melalui personal branding tersebut, pengguna media sosial lainnya dapat lebih mudah mengenali dan menilai orang seperti apa kita ini. Namun bagaimana jika terdapat satu individu yang merasa sangat takut tentang kebocoran data/rekam jejak digital (karena menyangkut identitas asli) sehingga orang tersebut cenderung memilih untuk menggunakan media sosial dengan identitas anonim?

Gery Ardian menerangkan, “Personal branding itu adalah persepsi tentang kita yang kita inginkan ada di benak orang lain. Nah untuk perkenalan diri di dunia digital, personal branding itu menunjukkan diri kita apa adanya kepada dunia, namun menunjukkan diri yang sebaik-baiknya. Anonim terlihat lebih mudah karena kita tidak perlu menjaga itu semua. Dunia nyata sama dengan dunia digital”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.