Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kota Probolinggo, (9/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Riska Regita, S.E, CPS®️, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Nisfu Asrul Sani, Heti Palestina Yunani, Kang Opik, Pradippta Nugrahanto dan Erbe Sentanu (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Seberapa Penting Literasi Digital di Jaman Now dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 515 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Pradippta Nugrahanto adalah apakah ada hukum yang mengatur apabila kita yg menjadi korban yang teretas akunnya? Dan apabila akun online shop kita teretas dan telah terpakai untuk pembelian oleh peretas? Bagaimana Langkah-langkaj yang harus kita lakukan?

Pradippta Nugrahanto memberikan jawaban “Iya, kita bisa menuntut, asalkan pelanggaran tersebut memang terjadi karena kelalaian aplikasi atau sistem dari aplikasi tersebut. Namun jika pelanggaran terjadi karena kita sendiri yang lalai dan melanggar Lisence of Agreement, kita tidak bisa menuntut penyedia layanan”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.