Marketplus.id – Hadirnya internet memudahkan kita semua untuk mengakses apapun tanpa batasan, baik itu positif atau negatif. Namun, daripada memanfaatkan internet untuk hal-hal negatif, kita bisa memanfaatkannya untuk hal positif, seperti berbisnis online.

“Di zaman dulu kita harus punya modal yang besar baru memulai bisnis, tapi dengan adanya internet terbuka lebar kesempatan untuk banyak orang memulai bisnis dan hal lain. Kesempatan diaksesknya juga oleh jutaan orang,” ujar Moh. Rizki Firdaus selaku Direktur Utama CV. Kreasi Anak Nusantara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 20210 wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (13/9/2021).

Kegiatan bisnis online ini didukukng oleh penetrasi internet di Indonesia yang semakin meningkat tiap tahunnya. Sistem ekonomi pun berubah dari konvensional menjadi digital. Menurut Rizki, hal tersebut sangat potensial untuk memulai bisnis di era digital.

“Kalau kita go digital, permintaan yang akan diberikan terhadap UMKM semakin luas juga. Ketika UMKM ini go digital kemungkinan permintaannya dari 202 juta orang pengguna internet. Jadi sangat luas sekali,” jelasnya.

Perlu diketahui UMKM saat ini berkontribusi ke pendapatan domestik bruto nasional sebesar 60 persen. Selain itu, Rizki memaparkan bahwa UMKM paling besar menyerap tenaga kerja, yakni sebanyak 97 persen.

Dengan berbisnis online, kita mungkin dapat menerima manfaat berikut, biaya ringan atau efisien berbeda dengan bisnis offline, jangkauan pembelinya luas bahkan bisa go international, mudah dijalankan, dan memperpendek jarak.

Saat berbisnis online, platform yang bisa digunakan untuk pemasaran pun beragam, mulai dari media sosial, marketplace, hingga Google Bisnisku. Akan tetapi, Instagram merupakan platform media sosial terpopuler dalam memasarkan suatu produk. Rizki mengatakan, ketika membuat akun Instagram kita perlu memastikan terlebih dahulu akun yang akan digunakan merupakan akun jualan online bukan pribadi.

Ia melanjutkan, optimalkan akun Instagram tersebut menggunakan profil seperti username, nama toko gambar, dan bio akun untuk meyakinkan pembeli. Kemudian, riset akun bisnis sejenis untuk mengembangkan bisnis kita dan amati, tiru, modifikasi bagaimana akun lain menjalankan bisnisnya.

Lalu, berinteraksi dengan pembeli dengan memberikan edukasi, tips, dan konten-konten yang menarik minat. Interaksi ini bisa memunculkan brand awareness dari pembeli. Rizki juga menuturkan, kita perlu membangun konten di akun kita dengan foto produk, caption yang menarik pembaca/pembeli, dan hashtag agar bisnis mudah untuk ditemukan.

Kita perlu memulai bisnis terlebih dahulu untuk menentukan pola sukses dari masing-masing bisnis. Setiap orang memiliki pola sukses yang berbeda dalam bisnis sehingga perlu banyak trial dan error untuk mengetahuinya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin  (13/9/2021) juga menghadirkan pembicara, Nur Lina Safitri (Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITSNU Pasuruan), Erwan Adi Saputri (Dosen UPN Veteran Jawa Timur), Tino Salim (Profesional Trainer and Motivator), dan Eka Tura Johan sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.