Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Sidoarjo, (17/9).

Acara dipimpin oleh Moderator Diyah Wahyuningtyas., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Faizal Johan Atletiko, S.Kom., M.T., Dr. H. Achmad Fathoni Rodli, M.Pd., Diana Dewi Damayanti. Pradipta Nugrahanto., dan Ditta Amelia Saraswati.

Dengan jumlah 635 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Pradipta Nugrahanto.,  apa resiko terkait penggunaan WhatsApp versi modifikasi atau MOD? Dan juga terkait pembaruan aplikasi apakah wajib selalu kita update karena sepertinya makan terlalu banyak memori, sedangkan aplikasi mod berbeda.

Pradipta Nugrahanto memaparkan, “Sangat beresiko tinggi. Ingat yang modifikasi ini datang dari toko yang tak bergaransi atau resmi. Untuk kasus WA MOD ini tidak aman sama sekali walaupun tidak memakan space memori. Pelayanan atau aplikasi ya berisiko dengan penggunaan memori. Mengenai update/pembaruan, kadang bisa dilewati tetapi keuntungannya ada security update sehingga kalau melewatkan, maka risiko akan ditanggung sendiri.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.