Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Kediri, (24/9).

Acara dipimpin oleh Moderator, Mirda Tri Aries Chandra, S.Pi., CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Inayah Sri Wardhani, S.Psi., Yusuf Karomaini, Soni “ammho” Mongan, B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM. dan Anindito Wisnu Sampurno.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “SAY NO TO OVERSHARING” dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 484 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Inayah Sri Wardhani, S.Psi. adalah Kebebasan berekspresi dan berpendapat merupakan bagian dari proses berdemokrasi di Indonesia. Namun, masyarakat perlu memiliki sikap kritis dalam menerima dan menyampaikan sebuah informasi. Banyaknya berita hoax di dunia digital menjadi tantangan di masyarakat untuk mencari sumber yang faktual agar tidak mudah termakan oleh  isu hoax dan ujaran kebencian yang beredar. Bagaimana mengendalikan diri supaya tidak langsung menyebar berita yang belum terbukti kebenarannya? Bagaimana cara mengecek berita tersebut hoax atau fakta? Dan bagaimana bila ingin mengajak orang untuk ikut menyudahi hoaks? Apakah hoax ini sudah menjadi budaya di tengah masyarakat sehingga susah untuk dikendalikan dan diminimalkan?

Inayah Sri Wardhani mengatakan, “Saring, cek dulu sebelum sharing jangan asal menyebar berita. Ketika kita tidak tau benar atau tidak nya cek terlebih dahulu”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills)”.

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.