Luwu Timur, 29 September 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 29 September 2021 di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Melindungi Anak dari Kejahatan Dunia Maya”.

Program kali ini menghadirkan 540 peserta dan empat narasumber, yaitu dosen dan penggiat literasi (Japelidi), Citra Rosalyn Anwar; Guru Besar Ilmu Linguistik Univ. Hasanuddin Makassar, Gusnawaty; Edupreneur dan Co-Founder Poso Study Circle, Gunawan Primasatya; serta psikolog, Oriza Sativa. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Frizt Wongkar. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, Citra Rosalyn Anwar sebagai pemateri pertama hadir dengan mengusung tema “Cakap di Dunia Digital, Cakeep di Kelas Maya”. Menurut Citra, kecakapan dasar yang perlu dikuasai di era sekarang, antara lain pemahaman dalam mengakses, memilih, serta memanfaatkan perangkat media sosial dan aplikasi percakapan. “Mengenali kebohongan, mengendalikan emosi, dan menjaga rekam jejak aktivitas digital agar positif juga tak boleh diabaikan,” imbuhnya.

Berikutnya, Gusnawaty menyampaikan materi etika digital berjudul “Internet, Anak & Remaja: Peluang dan Tantangan”. Ia mengatakan, orangtua berperan penting membimbing anak-anaknya dalam memanfaatkan internet sebagai sumber belajar demi memaksimalkan potensi diri. Selain itu, orang tua juga bertanggung jawab melindungi mereka dari ancaman negatif dunia maya.

Sebagai pemateri ketiga, Gunawan membawakan tema budaya digital tentang “Literasi Digital bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital”. Menurut dia, dilema pembelajaran daring selama pandemi adalah terjadinya learning-loss (hilangnya proses pembelajaran) dan kesenjangan teknologi akibat keterbatasan infrastruktur. “Kita mesti beradaptasi dengan kondisi  tersebut dengan terus meningkatkan kemampuan literasi digital,” pesannya.

Adapun Oriza, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Kecanduan Gawai: Tips Menjaga Keamanan Digital pada Anak”. Ia mengatakan, untuk menghindari adiksi internet, orang tua harus memandu anak berinternet sesuai tahapan usianya. Penting juga untuk mendampingi, membuat aturan tegas dan jelas, membantu anak terbebas dari adiksi, serta memperkuat keterampilan pola pengasuhan yang tepat.

Acara berikutnya adalah sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Sesi ini disambut hangat dengan beragam pertanyaan menarik dari para peserta. Dalam webinar Literasi Digital di Luwu Timur kali ini, panitia memberikan apresiasi berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah satu pertanyaan menarik peserta di antaranya tentang bagaimana meminimalisir resiko remaja terjebak kejahatan siber. Narasumber menjelaskan bahwa untuk mencegahnya, keluarga harus memberikan perhatian dan bimbingan yang serius.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.