Marketplus.id – Internet merupakan salah satu hasil perkembangan dan kemajuan teknologi masa kini. Internet bisa memperpendek jarak, mempercepat komunikasi, dan memperluas jangkauan pengetahuan juga pengalaman manusia secara global.

“Internet menghadirkan sebuah masyarakat baru yang dinamakan digital community, yang mana manusia hidup dalam kemayaan dan maya merupakan sebuah realitas yang tidak bisa dipungkiri,” tutur Faridatus Sa’adah, Dosen Bahasa Inggris STAI Al-Anwar Sarang dalam Webinar Literasi Digital di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (29/9/2021).

Lanjut Farida, kemayaan ini menghadirkan dunia tanpa batas, tetapi menyebabkan orang-orang yang tidak terbiasa menjadi mengalami kegagapan. Dari kegagapan tersebut, timbul suatu ketidaksiapan dan hal yang terjadi justru kebebasan tanpa aturan. Namun, negatifnya internet meningkatkan kadar dopamin dalam tubuh dan menyebabkan kecanduan.

Sebagai bagian dari masyarkat digital, kita perlu tetap memegang nilai moral layaknya berada di dunia nyata. Misalnya dengan memberikan dukungan positif atau pesan positif kepada orang lain. Kemudian, jangan menyebarkan rumor atau membagikan cerita dan foto yang membuat orang lain malu atau tersinggung.

“Untuk bersikap positif ini yang menjadi pegangan bukan hanya nilai moral di masyarakat, tetapi juga nilai moral dalam beragama,” ucap Farida.

Terkait dengan hal negatif, untuk menghindarinya kita perlu berpikir sebelum melakukan sesuatu atau mem-posting sesuatu ke ruang digital. Karena posting-an yang kita unggah perlu dilihat kepantasannya terlebih dahulu agar tidak menyakiti orang lain. Kita juga bertanggung jawab utnuk menjaga keamanan akun di media sosial, seperti menggunakan kata sandi yang sulit.

Ia mengatakan, internet juga bisa berisiko menjadi sarana bullying masa kini yang dikenal dengan sebutan cyberbullying. Ketika kita menjadi korban, harus berani melaporkan tindakan tersebut kepada orang yang dipercaya atau bahkan pihak berwajib. Kemudian, ketika orang lain yang terkena bully, sebagai warga digital yang baik sudah sepantasnya kita pun memberanikan diri untuk berbicara dan mendukung korban. Apabila kita menjadi pem-bully, maka berhentilah melakukan hal tersebut serta berubah menjadi pribadi yang lebih positif.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (29/9/2021) juga menghadirkan pembicara Agung Sukoco/Pak Ndut (Video Content Creator), Ediyanto (Dosen Universitas Abdurachman Saleh Situbondo), Dhimas Dwi (Dosen Politeknik Negeri Malang), dan Firas Yodha sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.