Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kota Surabaya, (4/10).

Acara dipimpin oleh Lilies Rolina, S.Sos, MM., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Faizal Johan Atletiko, S.Kom, MT., Vivid Sambas, ST, MMT., Zhakiah Joban, SE., Bagaskoro, S.Kom, MM.,  dan Erbe Sentanu (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Melawan Stigma WFH Dan SFH dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 254 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Vivid Sambas, ST, MMT adalah budaya digital merupakan prasyarat dalam melakukan transformasi digital karena penerapan budaya digital lebih kepada mengubah pola pikir agar dapat beradaptasi dengan perkembangan digital. Bagaimana strategi menumbuhkan perilaku dan budaya dalam transformasi digital yang sesuai dengan budaya Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan bisa tidak percaya akan berita hoaks?

Vivid Sambas menerangkan, “Ini adalah butuh kerja keras kolaborasi antar pihak. Bisa dengan kampanye/sosialisasi, advokasi, edukasi, #makincakapdigital, siskampling digital. Ada Kerjasama pentahelix antara pemerintah, masyarakat, media, pelaku usaha, masarakat. Kalau preventif kita bisa share konten-konten positif yang bersifat kampanye untuk mengajak masyarakat lebih waspada”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251

kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.