Marketplus.id – Saat ini teknologi sudah berkembang sangat pesat. Teknologi sendiri bertujuan untuk memudahkan pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Maka dari itu, sudah seharusnya memanfaatkan teknologi dengan bijak.

“Dahulu kita harus membeli suatu barang dengan langsung mendatangi tokonya. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, semuanya bisa dilakukan dengan menggunakan alat canggih, yakni handphone,” ungkap Ni Made Sudaryani, Managing Director D&D Consulting, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Selasa (05/10/2021).

Contohnya seperti layanan pesan antar, yang dengan mudah kita bisa memesan makanan, minuman, perlengkapan dan lainnya cukup lewat aplikasi saja. Sangat disayangkan jika tidak memanfaatkan adanya teknologi yang semakin canggih untuk berbisnis. Tidak ada salahnya, jika mencoba untuk berbisnis. Jika ingin membangun sebuah usaha dan tidak memiliki modal yang cukup untuk membuat sebuah toko, tak perlu khawatir.

“Kita bisa memanfaatkan rumah yang kita miliki untuk dijadikan toko penyimpanan barang-barang dan segala macam kegiatan bisnis untuk sementara,” terangnya.

Ia menambahkan, banyak platform belanja online yang mewadahi untuk melakukan bisnis dengan mudah. Selalu ada jalan jika mau berusaha.

Berikut ini ada beberapa tips agar bisa memanfaatkan peluang bisnis di era digital seperti ini:

  • Membuat perencanaan dengan baik dan matang

Perencanaan merupakan hal yang paling penting jika kita akan memulai sebuah usaha. Dalam urutan kegiatan, perencanaan merupakan kegiatan yang paling utama. Karena perencanaan merupakan dasar atau pedoman untuk melakukan langkah selanjutnya untuk mencapai tujuan.

  • Memperluas relasi pertemanan

Hal ini dikarenakan, saat kita baru memulai suatu usaha, kita akan menawarkan produk yang kita jual kepada orang-orang terdekat terlebih dahulu. Kita juga bisa meminta teman kita untuk memberikan testimoni dari hasil produk yang kita jual, hal itu akan sangat membantu.

  • Manfaatkan media sosial dengan maksimal

Di media sosial kita bisa mengenal banyak orang dari kota manapun, dalam maupun luar negeri. Tentu media sosial sangat bermanfaat untuk menambah relasi dan memasarkan produk yang kita jual. Misalnya Instagram, kita bisa membuat akun Instagram khusus untuk berbisnis. Kita bisa mem-posting foto-foto ataupun video yang menarik di dalam Instagram, sertakan caption yang berisi tentang informasi terkait produk tersebut. Sertakan juga nomor telepon ataupun WhatsApp yang bisa dihubungi. Buatlah akun Instagram ramai dan tampak menarik sehingga menarik daya beli bagi siapa saja yang melihatnya.

  • Membuat promo yang menarik

Siapa yang tidak tertarik dengan sebuah promo? maka dari itu, buatlah promo-promo yang mengundang daya tarik pembeli sebagai strategi penjualan. Untung sedikit tidak apa, yang penting laku dan bisa balik modal. Sehingga, jika sudah cukup modal kita bisa mengembangkan bisnis yang kita miliki lebih baik lagi, dan akhirnya kita bisa memiliki toko sendiri.

  • Membuat rekening baru

Buatlah rekening baru khusus untuk melakukan transaksi pada bisnis yang kamu miliki. Hal ini berguna agar dapat memisahkan antara uang pribadi dengan uang usaha. Sehingga dengan mudah kita dapat mengetahui berapakah uang yang kita peroleh dari usaha yang kita buat.

  • Menggunakan sistem COD

Sistem Cash on Delivery (COD) bisa menjadi salah satu alternatif yang bisa kita lakukan jika pembeli tidak bisa melakukan pembayaran lewat bank. Singkatnya COD adalah pertemuan antara penjual dan pembeli di suatu tempat yang telah disepakati, dilakukan saat barang yang dipesan sudah ada.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Selasa (05/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Prof. Dr. H. M. Zainuddin (Rektor Universitas Nadlatul Ulama Blitar), Septiaji Eko Nugroho (Ketua Presidium Mafindo), Gabriella Jacqueline (Brand Activation Lead), dan Muhammad Isnaini sebagai Key Opinion Leader.