Marketplus.id – Kemajuan teknologi membuat sector ekonomi pun berpindah ke dunia digital. Salah satunya penggunaan dompet digital dan segala urusan perbankan.

Pengertian transaksi digital adalah pembayaran nontunai (cashless) seperti mobile banking atau perangkat transaksi virtual lainnya. Biasanya transaksi digital terhubung dengan internet dan dilakukan via smartpone.

“Saat ini transaksi digital telah menjadi hal yang umum digunakan. Namun tentunya meskipun marak bukan berarti kita melonggarkan keamanannya,” ujar Maria Dina Yuliana Social Media Specialist at EDP ketika berbicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (06/10/2021).

Adapun keuntungan dari transaksi digital yaitu meningkatkan keamanan pembayaran, transaksi lebih cepat, pembayaran yang mudah bisa dilakukan kapanpun dan di manapun serta keamanan bertransaksi dibandingkan cash. Dewasa ini masyarakat menggunakan transaksi digital untuk kegiatan apapun.

“Transaksi digital yang sering digunakan antara lain, beli pulsa, membayar tagihan listrik, telepon atau internet, membeli tiket transportasi, membayar iuran BPJS dan belanja online di marketplace dan lainnya,” jelas Maria.

Contoh layanan keuangan digital yang telah berkembang di Indonesia yaitu internet banking, SMS banking, Mobile banking, dan e-wallet. Kini semakin popular di kalangan masyarakat yang membuat transaksi digital terus meningkat.

Tips keamanan menggunakan transaksi digital yaitu:

  1. hindari penggunaan Wi-Fi publik untuk transaksi keuangan
  2. Belanja online di situs atau aplikasi yang terpercaya
  3. Tidak sembarang beri OTP
  4. Rutin untuk mengganti kata sandi
  5. Aktifkan notifikasi

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Rabu (06/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Erna Widayati (Guru Man 2 Magetan), Ziadatul Hikmiah S.Pd (Dosen Psikologi Universitas Brawijaya), Rona Merita M.PD (Dosen Pangeran Diponegoro Nganjuk), dan Sari Kusumaningrum (Presdir PT Juwita Bersinar Indonesia) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.