Buton Tengah, 11 Oktober 2021 – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 11 Oktober 2021 di Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Kiat Cegah Kecanduan Digital pada Anak”.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, spesialisasi data visualisasi & dosen Universitas Multimedia Nusantara, Utami Diah Kusumawati; kreator konten Sulawesi, Azmir Arif Arafian; penulis & Divisi Informasi Lembaga Perlindungan Anak Sulteng, Kartini Nainggolan, serta dosen Jurnalistik Universitas Halu Oleo & Peneliti Pendidikan Sulawesi Tenggara, Djufri Rachim. Sedangkan moderator adalah Fadel Karnen. Sebanyak 660 peserta mendaftarkan dirinya untuk mengikuti kegiatan webinar kali ini. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Memasuki sesi materi, hadir Utami Diah Kusumawati yang menyampaikan tema “Optimalisasi Pencarian Data dengan Mesin Pencari Data”. Menurut Kartini, karakteristik mesin pencari terdiri dari crawling (berkunjung ke halaman situs dan mengunduh serta mengekstrak tautan), indexing (pengumpulan data dan memecahnya berdasarkan algoritma), serta ranking (menentukan konten yang paling dibutuhkan pengguna). Beberapa aplikasi mesin pencari yang populer antara lain, Google, Yahoo, Microsoft Bing, dan Baidu. Jika telah menemukan data atau informasi dari mesin pencari, perhatikan pengarang, tanggal, kutipan atau sumber domain situs, dan tampilan situs. “Domain tampilan yang menarik dan rapi mengindikasikan situs tersebut terpercaya,” jelasnya.

Selanjutnya, Azmir Arif Arafian menyampaikan paparan berjudul “Berpikir Bijak Sebelum Mengunduh di Internet”. Ia mengatakan, saat mengunduh, warganet perlu memperhatikan keaktifan antivirus di perangkat, hindari tautan mencurigakan, serta hanya mengakses laman terpercaya. Dampak mengunduh file sembarangan, yaitu rawan penyadapan, masuknya iklan berkonten negatif, peretasan akun, gangguan koneksi jaringan, dan membuat penilaian orang menjadi negatif. “Kejahatan siber bisa terjadi dengan pintu masuk yang beragam,” katanya.

Pemateri ketiga, Kartini Nainggolan, memaparkan materi bertema “Kecanduan Internet, Mengelola Budaya Digital yang Produktif”. Menurut dia, kecanduan internet dapat dikenali dengan gejala seperti perasaan euforia ketika menggunakan gawai, ketidakmampuan mengatur jadwal atau hal prioritas, lebih suka mengisolasi diri, dan kerap menghindari pekerjaan. Sedangkan gejala fisik diantaranya, sakit punggung, leher, dan kepala. Selain itu, kecanduan juga dapat mengganggu keseimbangan nutrisi. “Orang tua merupakan aktor utama dalam melindungi anak-anak serta anggota keluarga dari kecanduan internet,” ujarnya.

Adapun Djufri Rachim, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Peran Orang Tua dalam Pendidikan Internet Aman dan Sehat untuk Anak”. Ia mengatakan, orang tua harus mengambil langkah apabila anak terlanjur kecanduan, yakni mulai mencari penyebabnya, memberi penjelasan ke anak terkait risiko kecanduan, membantu mengalihkan ke kegiatan lain, meminta bantuan untuk melakukan terapi, serta membatasi waktu daring. Selain itu, untuk menjaga keamanan, orangtua harus mempererat komunikasi selama berinternet serta memasang fitur perlindungan pada perangkat yang digunakannya. “Bantu anak mengetahui dan menghindari bentuk-bentuk misinformasi dan konten yang tak sesuai dengan usianya,” imbuhnya.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Fadel Karnen. Salah seorang peserta, Yesika, bertanya tentang tips menghindari anak kecanduan gawai di tengah aktivitas pembelajaran daring. Menanggapi hal tersebut, Kartini Nainggolan bilang, komunikasi anak dan orang tua perlu diperbaiki sehingga bisa memberikan pemahaman dan terhindar dari ancaman kejahatan digital.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.