14 Juli 2024

Marketplus.id – Perkembangan teknologi membawa perubahan bagi kehidupan kita. Teknologi juga menjadikan anak-anak banyak terfokus pada penggunaan gadget. Namun, positifnya internet memberikan kita kemudahan untuk saling terkoneksi satu sama lain.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) di tahun 2019, mayoritas anak usia 7-17 tahun banyak menggunakan teknologi dan internet untuk bermain media sosial serta mencari hiburan. Kemudian diikuti fungsi internet sebagai media pembelajaran dan pencarian informasi.

“Di sini (internet) pengawasan orang tua harus lebih diperketat supaya anak-anak bisa menggunakan internet secara aman dan sehat. Karena internet seperti pisau bermata dua,” tutur Sophie Beatrix seorang Psikolog dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (14/10/2021).

Sophie menyampaikan bahwa anak-anak relatif rentan terhadap dampak negatif internet. Selain itu, intelektualnya pun masih dalam perkembangan. Jadi, banyak anak yang belum bisa memilah informasi yang benar. Karena itu, anak harus didampingi agar terhindar dari hoaks, ujaran kebencian, dan lainnya.

Di era digital, orang tua dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam mendidik anak. Menurut Sophie, keduanya harus berkolaborasi agar anak mampu mengakses internet dengan aman. Orang tua harus bersikap cerdas dalam mengajarkan dan mendukung anak untuk menggunakan internet secara santun, bijak, dan aman. Tujuannya agar penggunaan internet pada anak tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Jadi, ketika anak-anak berada di dunia maya dan mengakses internet. Mereka jangan sampai jadi korban, tetapi juga jangan jadi pelaku,” tuturnya.

Sophie memaparkan, pedoman penggunaan internet pada anak pun berbeda-beda sesuai dengan usianya. Pertama, usia 0-10 tahun penggunaan internet memerlukan pengawasan dan pemantauan orang tua. Dalam hal ini, orang tua perlu secara aktif terlibat dalam oenggunaan internet anak dan memiliki parental control.

Kedua, usia remaja 11-14 tahun, di mana anak bisa lebih mandiri dalam mengakses internet. Akan tetapi, anak usia remaja masih membutuhkan pengawasan orang tua dan informasi mengenai dampak-dampak internet, serta mampu menggunakannya secara aman.

Ketiga, usia 15-18 tahun atau remaja akhir. Kebanyakan anak di usia ini merasa sudah tidak membutuhkan pengawasan dari orang tua. Namun, usia ini sangat membutuhkan pedoman karena mudah mengikuti tren. Orang tua perlu sering mengingatkan anak dalam penggunaan internet agar tidak terbawa arus negatif.

Beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua dalam menjaga anak dengan membatasi waktu berinternet, menelusuri aktivitas anak di ruang maya, melakukan pengawasan, berkomunikasi secara terbuka dan membuat kesepakatan bersama, mengajarkan empati dan simpati kepada anak, serta seimbangkan antara kegiatan fisik dan online.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (14/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Dino Hamid (Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia), Syerief Hidayatulloh (Digital Strategist Hello Monday Morning) Reza Hidayat (CEO OREIMA FILMS), dan Riri Damayanti (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *