Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Pacitan, (26/10).

Acara dipimpin oleh Riska Regita, S.E, CPS®., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Nico Perlambang Agung, Lintang Ratri Rahmiaji, Sawitri Wulansari, S.PSI, MM., Akhmad Firmannamal, Ph.D.,  dan Praseno Nugroho (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Urgensi Literasi Digital Untuk Masa Depan Indonesia  dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 291 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Nico Perlambang Agung adalah kecakapan digital tidak hanya kemampuan dalam menggunakan gawai, tetapi cerdas dan bijak dalam menggunakan. Berdasarkan hasil riset Microsoft bahwa netizen Indonesia termasuk yang paling tidak sopan. Ini berdasarkan riset tingkat kesopanan pengguna internet sepanjang 2020. Hasilanya, Indonesia berada di urutan ke-29 dari 32 negara yang disurvei. Apa factor yang mempengaruhi ketidakcakapan digital di Indonesia?

Nico Perlambang Agung mengatakan, “Hal ini dikarenakan banyak orang yang memiliki kepentingan tersendiri saat menggunakan sosial media, selain itu ini juga bisa disebabkan oleh minimnya tingkat literasi, tujuan politik, serta keinginan untuk menjadi viral”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251

kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.