Marketplus.id – Era digital seperti sekarang ini, komputer dan internet bukan lagi barang baru untuk anak. Bisa dibilang mereka adalah generasi native yang lahir ketika perkembangan teknologi digital sedang berlangsung. Itu sebabnya para orang tua wajib mengajarkan anak cerdas berinternet.

Hal ini tentu akan sulit untuk mencegah anak menggunakan internet. Sekalipun orang tua sudah menerapkan no screen time sejak bayi hingga balita, namun tetap saja saat usia jelang sekolah, anak-anak akan terpapar oleh internet.

Hal itu diungkapkan, M. Hasan Abdillah, Founder Lembaga Lingkar Toleransi Indonesia, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (02/11/2021).

Ia menambahkan, maraknya orang dewasa yang menyebar hoaks dan provokasi di internet adalah tanda bahwa tak semua orang cerdas berinternet.

Berikut ini lima pedoman cerdas berinternet, seperti:

  1. Hati-hati dalam berbagi

Seperti yang kita tahu kabar baik maupun buruk di internet bisa menyebar dengan cepat. Bila anak tidak memikirkan dengan matang sebelum berbagi informasi, tanpa disadari ia akan terjebak dalam situasi yang tidak menyenangkan, misalnya menjadi korban bullying, dianggap menyebarkan kabar bohong, atau bahkan menimbulkan permusuhan karena memprovokasi. Maka dari itu, jelaskan pada anak komunikasi di dunia maya sama seperti saat berbicara tatap muka dengan orang lain. Bila rasanya tidak pantas untuk dikatakan, maka hal tersebut juga tidak layak untuk di-posting.

2. Jangan mudah percaya dengan informasi palsu

Banyak informasi kesehatan, politik, agama, dan kejadiannya lainnya yang ada di media sosial, misalnya tips kesehatan, maupun mewaspadai hal tertentu. Sebagai orang tua dan guru, memiliki kemampuan untuk berpikir kritis adalah salah satu kunci agar tidak mudah terjebak pada hoaks yang banyak tersebar di media sosial. Kebiasaan cerdas berinternet inilah yang harus kita bagikan kepada anak nantinya.

3. Amankan rahasia Anda

Kerahasiaan data pribadi juga harus dijaga, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Salah satunya dengan membuat password yang hanya boleh diketahui oleh anak dan orang tua. Beritahu anak agar untuk tidak sembarangan berbagai password karena hal tersebut akan merugikan dirinya sendiri, misalnya data pribadinya dicuri untuk kepentingan yang tidak baik, akun media sosial dibajak, bahkan dapat membuat gadget terinfeksi virus. Maka dari itu buatlah password yang berbeda untuk setiap akun. Usahakan untuk mengganti password secara berkala demi keamanan.

4. Bersikap baik itu keren

Gunakan internet untuk membantu sesama, menambah pertemanan positif, dan menambah wawasan. Dengan begitu anak bisa memanfaatkan internet sebagai media belajar, misalnya dengan mengunduh permainan edukatif yang mengasah kecerdasan otak.

5. Komunikasikan ketika ragu

Orang tua dan guru memiliki peranan penting sebagai tempat anak berdiskusi tentang hal yang ia temukan di Internet. Untuk itu buatlah anak merasa nyaman dan percaya sehingga ia tidak malu atau segan untuk bertanya bila ada suatu hal yang membuatnya resah di internet. Tak perlu khawatir, jika Anda tidak menemukan jawaban atas pertanyaan anak, Anda bisa berdiskusi dengan orang tua lain atau guru sekolah tentang etika berinternet.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (02/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Keke Michelle Awuy (Tenaga Ahli DPR RI), Darwin Tenironama (Managing Director IMS Hospitality Management Consulting), Ridan Muhtadi (Dosen FEB IAI Miftahul Ulum Pamekasan & Kepala Dept. Riset Madura Idea Foundation), dan Novita Kristiani (Business Owner Prelovita.id) sebagai Key Opinion Leader.