Marketplus.id – Pandemi COVID-19 membuat mayoritas netizen mengakses internet lebih dari 8 jam sehari. Selain itu terjadi pergeseran perilaku pengguna selama pandemi, antara lain dilihat dari konten yang diakses pengguna.

“Tahun ini mayoritas konten media online yang diakses pengguna adalah konten pendidikan dan laman sekolah, karena kegiatan pembelajaran jarak jauh selama pandemi,” kata Septi Fahmi Choirisa, Lecturer and Internship Coordinator at Universitas Multimedia Nusantara, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (08/11/2021).

Adapun konten hiburan yang banyak diakses, disebutkan Jamal berdasarkan hasil survei APJII adalah video online (49,3%), game online (16,5%), dan musik online (15,3%).

Ada sejumlah alasan utama netizen mengakses internet, seperti:

  • Media sosial

Platform media sosial favorit pengguna adalah Facebook, Instagram, dan Twitter. “Sebanyak 61% responden sering mengakses YouTube untuk menonton konten film, musik, dan olahraga,” kata Jamal.

  • Komunikasi pesan instan

Aplikasi percakapan WhatsApp banyak digunakan melebihi Line dan Facebook Messeger, termasuk untuk video call.

  • Game online

Game online merupakan salah satu konten hiburan yang banyak diakses, terutama selama masa pandemi dengan persentase sebesar 16,5%.

  • Belanja online

Produk fashion dan kecantikan, produk rumah tangga, dan produk elektronika adalah tiga produk yang banyak dibeli pengguna saat belanja online. Sedangkan marketplace favorit pengguna berdasarkan survei ini secara berurutan adalah Shopee, Lazada, Tokopedia, dan Bukalapak.

  • Aplikasi finansial

Aplikasi fintech, mobile banking, dan internet banking adalah tiga layanan keuangan utama yang diakses pengguna internet Indonesia. Sebanyak 68,7% merasa aman bertransaksi internet.

APJII juga membeberkan jumlah pengguna internet di Indonesia hingga kuartal II tahun ini adalah 196,7 juta orang. Angka ini naik dibandingkan tahun lalu, menjadikan persentasenya sebesar 73,7% dari populasi penduduk Indonesia.

“Kenaikan jumlah penggguna terjadi karena beberapa faktor, antara lain semakin meratanya infrastruktur internet cepat dengan adanya Palapa Ring, dan transformasi digital yang semakin masif karena kegiatan pembelajaran online dan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) akibat pandemi COVID-19 sejak Maret 2020,” ungkapnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (08/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Widya Pramusetyo (Aktivis Teknologi Informasi), Ayrton Eduardo Aryaprabawa (Founder & Director Crevolutionz), Muhammad Alvin Al Huda (CEO CV. Huni Raya Group), dan Eka Tura Johan (TV Presenter & Profesional MC) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.