Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Jember, (12/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Riska Regita, S.E., CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., M.Sc., Muara Suprapti, M. Alvin Nur Choironi, Elly Nurul, dan A. Ridha Ardhillah, SH.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Stop Oversharing masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 383 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Elly Nurul adalah Banyak siswa siswi yang membuat konten Tiktok menggunakan seragam sekolah, sehingga logo dan atribut sekolah mudah diketahui oleh penonton dan hal ini dapat mencoreng nama baik sekolah jika isi dari konten Tiktok tersebut kurang pantas. Bagaimana Anda memandang hal ini? Apakah ada tips khusus dari Anda untuk generasi muda yang masih memiliki emosional labil dan selalu ingin mencoba?

Elly Nurul menerangkan, “Fenomena ini memang sudah menjadi karakteristik generasi masa kini, mereka ingin menjadi terkenal namun belum bisa berpikir kritis. Hal inilah yang menjadi catatan karena jika konten tersebut adalah konten yang tidak pantas, tentunya akan mencoreng nama baik. Bukan hanya nama baik sekolah, namun juga nama baik diri kita sendiri. Jadi, usahakan jika ingin mengunggah sesuatu, lakukanlah dengan atas nama pribadi, jangan membawa nama institusi lain seperti sekolah. Kecuali jika konten yang kita buat memang sesuai dan berkolerasi dengan aktivitas yang telah disetujui oleh sekolah. Ingatlah bahwa apa yang kita posting selalu mencerminkan diri kita, untuk itu jagalah jejak digital kita agar selalu positif”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.