Marketplus.id – Sejak pandemi virus corona atau COVID-19 melanda Indonesia, hampir semua aktifitas di luar rumah terhenti dan sebagian dilakukan di rumah. Masa pandemi juga momen bagi sebagian orang untuk berkumpul dengan keluarga tercinta.

Hal itu dijelaskan, Khresnomurti Wisaksono, Quality Assurance Manager at Eveplate Cloud Kitchen, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (18/11/2021).

Lanjutnya, ada hal yang harus diperhatikan orang tua saat menghabiskan waktu bersama anak-anak di rumah, yakni mengawasi anak dalam menggunakan gadget. “Peran orang tua sangat penting agar anak tidak kecanduan gadget,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian anak-anak mengerjakan tugas sekolah menggunakan gadget selama pandemi, sehingga kemungkinan besar bisa kencanduan. Berikut ini tips bisa menjadi solusi bagi orang tua agar anak tidak kecanduan gadget, antara lain:

1. Ubah Kebiasaan Anda

Bagi para orang tua, Anda juga perlu lepas dari gadget sebelum anak Anda tidak kecanduan. Anda juga dapat menjadi contoh untuk sang anak dengan tidak memainkan ponsel sepanjang waktu. Anak biasanya akan mengikuti apa yang dilakukan orang tuanya.

2. Batasi Penggunaan Gadget

Pertama Anda harus menerapkan aturan untuk membatasi penggunaan gadget pada anak. Misalnya hanya boleh menggunakan ponsel hingga komputer selama satu jam dalam sehari atau bisa juga hanya weekend. Anda harus ketat dengan jadwal dan rencanakan kegiatan fisik yang menyenangkan bagi anak untuk terlibat di waktu lain. Ajari anak lebih awal tentang pentingnya moderasi. Pastikan memberikan pujian ketika anak menunjukkan pengendalian dalam penggunaan perangkat teknologi dan mengikuti aturan yang ditetapkan.

3. Jangan Tempatkan Gadget di Kamar Tidur Anak

Tips berikutnya yakni jangan menempatkan komputer, televisi, hingga ponsel di kamar tidur anak. Segera singkirkan ketika mereka atau Anda sudah selesai menggunakannya. Selain itu, Anda dapat menetapkan zona `bebas gadget` untuk anak seperti di kamar tidur, ruang makan, dan di dalam mobil.

4. Pantau Akses

Pantau akses dengan menggunakan perangkat bersama anak. Ambil kesempatan ini untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan berbagi nilai-nilai keluarga. Terkadang, dengan kehidupan sibuk yang dijalani, teknologi dapat digunakan untuk membantu mengisi waktu seorang anak. Namun, tetap penting bagi orang tua dan pengasuh untuk dapat berbicara, mendengar, bermain, mengunjungi tempat dan secara aktif terlibat dengan anak-anak mereka selama rutinitas dan kegiatan sehari-hari mereka.

“Kepedulian dan perhatian orang tua pada anak kunci agar anak bisa terhindar dari kecanduan gadget dan mampu menggunakan gadget seperlunya dalam beraktifitas,” terangnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (18/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Widya Pramusetyo (Aktivis Teknologi Informasi), Nur Lina Safitri (Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPPM ITSNU Pasuruan), Maria Anishya (Dosen Praktisi Komunikasi Broadcasting & Host), dan Rinanti Adya Putri (Operations Executive at ZALORA Group) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.