Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiata Literasi Digital di JawaTimur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Jember, (20/11).

Acara dipimpin oleh Moderator Nabil Arijala Survito A dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu  Faizal Johan Atletiko, S.Kom., M.T., Mahrus Sholih, Ulil Albab., Rane Hafied, Praseno Nugroho (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Jangan Mudah Termakan Hoax  dan masing-masing narasumber berbicara  dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 510 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber  Ulil Albab adalah Konten instagram/tiktok/facebook di Indonesia seperti membuat makanan yang menyeleneh, review makanan dengan borong hingga ratusan juta, pamer kekayaan sana sini, sedangkan prestasi atau karya yang begitu bagus tidak ada “harganya”. Dan, hal ini membuat kesenjangan sosial dari sudut perekonomian sehingga banyak tindakan kriminal didunia di gital. Apakah ada langkah/solusi bagi sistem media sosial sendiri di indonesia? Terlebih pengguna internet dapat membatasi diri mana yang harus dishare secara publik maupun hanya dapat dikonsumsi pribadi.

Ulil Albab menuturkan, “Seperti yang saya sampikan agar kita selalu mengingat diri kita di ruang digital, dituntut untuk menjaga personal image kita karna media sosial dewasa ini dijadikan tempat untuk menilai orang lain, bagikan sesuatu yang bisa menunjang reputasi kita melalui penyajian konten kreatif, tetap hargai hak hak kebebasan berekspresi orang lain. Jadi netizen yang penuh tanggung jawab, tidak asal share konten”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di JawaTimur I. Kegiatan ini membahas empat  pilar utama Literasi Digital; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), EtisBermedia Digital (Digital Ethics), danCakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu factor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.