Marketplus.co.id – Selama lebih dari satu dekade, Indonesia Travel and Tourism Awards (ITTA) telah mengambil bagian dalam industri pariwisata di Indonesia dan masih merupakan salah satu pelopor penghargaan untuk industri pariwisata di Indonesia.

Indonesia Travel and Tourism Awards adalah sebuah acara tahunan berskala nasional bagi mengakui, menghargai, dan mendorong kontribusi semua sektor industri perjalanan dan pariwisata Indonesia.

Pandemi yang melanda dunia ditahun 2020, telah membuat industri pariwisata terpuruk, berbagai pembatasan-pembatasan sosial selain membuat Pariwisata susah untuk bergerak, juga membuat penyelenggaraan ITTA Awards tidak dilaksanakan pada tahun 2020.

Seiring dengan mulai kembali membaiknya situasi dan industri Pariwisata Indonesia, ITTA Foundation dengan bangga kembali menghadirkan “The 12th Indonesia Travel and Tourism Awards 2021/2022”. Acara yang diselenggarakan di Jakarta ini akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sandiaga Uno.

Pada pelaksaaan 12th ITTA Awards ini, Tourism Malaysia telah dinobatkan kembali sebagai pemenang anugerah ‘National Organization of the Year’. Kategori ini merupakan salah satu dari 34 kategori yang dipertandingkan. Semua pemenang dari setiap kategori akan diumumkan secara langsung di Awarding Night dan Gala Dinner 12th ITTA Awards pada 15 Desember 2021.

‘Terima kasih kami ucapkan kepada ITTA Foundation diatas anugerah National Organization of the Year kepada Tourism Malaysia. Suatu kebanggaan karena kami dipercaya untuk menerima anugerah ini untuk kedua kalinya secara berturut-turut. Anugerah ini bukan semata untuk kami sahaja, tetapi juga teruntuk semua pihak pemain industri parawisata dan media yang telah membantu Tourism Malaysia, khasnya bagi mereka yang berada di Indonesia.’ ucap Haryanty Abu Bakar, Deputy Director Tourism Malaysia Jakarta.

Haryanty menambahkan bahwa Malaysia sudah mulai menerima wisatawan mancanegara melalui program Langkawi International Travel Bubble yang bermula pada 15 November 2021. Wisatawan Indonesia sudah bisa berwisata ke Malaysia tanpa karantina dengan tinggal minimal tujuh hari di Pulau Langkawi sebelum diperbolehkan mengunjungi wilayah lain di seluruh Malaysia, seperti Kuala Lumpur, Penang atau Melaka yang merupakan destinasi favorit wisatawan Indonesia.

‘Kami menganggarkan sebanyak 200 wisatawan Indonesia akan mengikuti program ini sehingga awal Januari 2022 mengingat libur Nataru sudah dekat. Tourism Malaysia senantiasa optimis untuk kembali berjayanya industri Pariwisata Malaysia dan Indonesia di tahun hadapan”, tutup Haryanty.