Marketplus.idDi era sekarang ini, semua aktivitas sehari-hari tak lepas dari internet. Selain sangat bermanfaat dalam mengakses informasi, internet juga bisa dipakai untuk menaikkan aktivitas ekonomi masyarakat lewat perdagangan secara elektronik atau e-commerce. Oleh karena itu, kecakapan digital sangat dibutuhkan.

Hal itu menjadi pembahasan dalam webinar dengan tema “Menjadi Daerah Pintar di Era Digital” yang diselenggarakan pada Rabu (20/7) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Acara yang dipandu Cokky Guntara selaku moderator tersebut menghadirkan narasumber Dosen dan Praktisi IoT & AI sekaligus Founder Gainz Teknologi Nusantara Yudhis Thiro Kabul Yunior M.Kom; Kepala Program Studi Public Relations Universitas Kristen Satya Wacana serta Anggota Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) Dr Rini Darmastuti M.Si; dan Dosen Antropologi Budaya IAIN Salatiga dan Editor Islami.Co Rifqi Fairuz.

Dalam webinar tersebut, Yudhis Thiro Kabul Yunior menjelaskan, warganet dapat dikatakan cakap bermedia digital manakala telah mampu menggunakan perangkat keras dan lunak, mengoptimalkan mesin pencarian, memanfaatkan serta membedakan aplikasi percakapan dengan media sosial, dan dapat memahami penggunaan aplikasi belanja loka pasar sekaligus bertransaksi dengan dompet digital.

Selain itu, kemampuan digital marketing baik berupa pembuatan konten sekaligus pemanfaatan media sosial untuk memasarkan produk juga diperlukan di era sekarang. Menurut dia, belakangan ini keahlian membuat konten kreatif cukup marak di internet dan sangat berdampak dalam meningkatkan taraf sosial ekonomi masyarakat.

“Mampu menggunakan aplikasi pendukung pembelajaran atau learning management system (LMS) juga penting, karena saat ini sebanyak 50% sarana media pembelajaran juga sudah berpindah dari sistem offline menjadi online setelah pandemi Covid-19 kemarin. Walaupun sekarang sudah tatap muka, namun masih ada beberapa yang tetap menggunakan platform pembelajaran secara digital,” ujarnya.

Sementara, Rifqi Fairuz membawakan materi tentang kiat untuk memperkenalkan budaya lokal melalui literasi digital. Sekarang ini, media digital seakan menjadi panggung budaya asing karena banyaknya warganet yang lebih menggandrungi kebiasaan negara luar ketimbang mencintai tradisi lokal sendiri. Selain itu, informasi seputar gosip-gosip artis, kejadian kriminal, hingga perdebatan politik lebih banyak mewarnai konten-konten di media sosial yang akhirnya banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Padahal, seharusnya internet dan media sosial dapat dijadikan sebagai wadah untuk berbagi cerita mengenai kekayaan budaya Indonesia yang sangat beragam. Sehingga, cerita kerukunan budaya lokal di media digital akan menjadi sebaran energi positif bagi para pengguna internet.

“Konten yang positif itu belum mainstream atau belum lazim menjadi pembicaraan dalam media sosial. Kita perlu membangun perspektif atau kesadaran bahwa budaya Indonesia itu beragam sehingga akan mampu menumbuhkan budaya toleransi. Penyebaran konten yang positif juga dapat menjadi edukasi karena setiap kita punya penonton dan pembaca yang berbeda,” tuturnya.

Pada sesi terakhir, Rini Darmastuti memaparkan materi terkait upaya pemanfaatan internet di tengah tantangan budaya dalam multikulturalisme . Ia mengatakan, jika tidak dikelola secara bijak, internet bisa berdampak negatif bagi penggunanya karena di sana bertebaran konten negatif, mulai dari berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, hingga banyaknya artikel dan unggahan yang menyinggung suku agama dan ras (SARA) tertentu. Selain itu, kondisi media sosial makin diperparah adanya oknum-oknum yang tak senang dengan kerukunan umat di Indonesia yang dengan sengaja mengangkat hal-hal yang menjadi perbedaan di tengah-tengah masyarakat.

“Kita perlu lebih sering mengunggah hal yang positif sehingga dapat mengimbangi banyaknya konten negatif. Kita itu harus sadar sebagai Indonesia, kita ini bermacam-macam budaya dan bahasa daerah. Inilah yang sebetulnya menjadi fakta kekayaan, kebanggaan, dan kekuatan kita,” imbuh dia.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosial @Kemenkominfo dan @Siberkreasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *