Marketplus.id – Media sosial bisa membuat seseorang lebih produktif. Sekarang ini banyak potensi pekerjaan dan karier melalui media sosial. Salah satunya entrepreneur. Digitalisasi membuat individu bisa melakukan bisnis secara online, menjual barang dagangan melalui beragam platform media sosial.

Entrepreneur dan Founder of Coffee Meets Stocks, Billy Tanhadi mengatakan, tidak ada rumus pasti untuk menjadi entrepeneur sukses. Sebab, strategi bisnis setiap individu mungkin sama, tapi hasil yang diraih dapat berbeda.

“Yang terpenting menurut saya, untuk menjadi entrepreneur mau offline atau online strateginya, selain mulai dulu karena kalau tidak memulai tidak tahu. Kedua, jangan pernah gampang menyerah, karena kalau seorang entrepreneur mudah menyerah itu sudah gagal,” kata Billy saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, pada Jumat (30/9/2022).

Entrepreneur harus memiliki mental siap untuk gagal dan siap juga buat berhasil. Sebab, ketika berhasil, individu terkadang berpikir akan berhasil terus, tapi ternyata tidak juga. Sehingga jangan cepat puas dan berhenti untuk belajar.

Menurut Billy, entrepreneur harus selalu siap putar otak untuk mempertahankan bisnisnya. Pada 2020 kemarin misalnya, pandemi Covid-19 mendorong entrepreneur mencari cara bertahan. Alhasil, banyak pengusaha beralih menjual produk-produk kesehatan.

“Ketika masuk fase endemi seperti sekarang, enterpreneur harus berubah lagi, bagaimana strateginya. Dengan terus beradaptasi saya rasa kita bisa bertahan dan pasti ada jalan terus,” kata Billy.

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Entrepreneur dan Founder of Coffee Meets Stocks, Billy Tanhadi. Kemudian Dosen Fikom Unitomo, Dr. Nur’annafi Farni Syam Maella, S.I.Kom, M.I.Kom, serta mengundang Dosen Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Dr. Reny Yuliati, S.I.Kom., M.Si.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi, bisa klik ke Instagram @siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *