18 Juli 2024

Marketplus.idPT Hotel Sahid Jaya International, Tbk (SHID), menggelar Public Expose yang memaparkan rangkuman hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pada Jumat (28/06/2024) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, yang disampaikan oleh Direktur PT Hotel Sahid Jaya International, Tbk, Hengky Roy.

Salah satu yang dipaparkan adalah ringkasan kinerja keuangan Perseroan tahun 2023 yang tumbuh berkelanjutan dengan tren pertumbuhan positif dimana dari segi pendapatan pada tahun 2023 mengalami kenaikan sebesar 47,51 persen dari 90,23 miliar di tahun 2022 menjadi 133,10 miliar pada tahun 2023.

Memulai paparannya, Direktur PT Hotel Sahid Jaya International, Tbk, tersebut memperkenalkan jajaran Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan, yaitu Sarwo Budi Wiryanti Sukamdani selaku Komisaris Utama, Exacty B Sryantoro selaku Wakil Komisaris Utama, Muhamad Nurdin selaku Komisaris Independen; dan Beny Roelyawan selaku Komisaris Independen.

Kemudian sebagai jajaran Direksi adalah Hariyadi Budisantoso Sukamdani selaku Direktur Utama, dan Hengky Roy  selaku Direktur.

Lebih lanjut Hengky memaparkan beberapa poin penting yang telah dirangkum seperti Momentum Pertumbuhan Berkelanjutan, Ringkasan Kinerja Keuangan Perseroan Tahun 2023, Perkembangan Operasional dan Bisnis Perseroan, dan Perubahan Susunan Pengurus Direksi Perseroan.

“Tahun 2023 merupakan tahun dimana perekonomian nasional menunjukkan kemampuannya  untuk beradaptasi dan tetap bertahan ditengah kondisi perekonomian global yang tidak pasti. Namun, Perseroan terus optimis dan meyakini bahwa tahun 2023 merupakan momentum bagi Perseroan untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Hengky.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023 mengalami perlambatan pertumbuhan sebesar 5,05 persen atau lebih rendah dari tahun 2022 yang mencapai 5,31 persen. Meski demikian, realisasi di tahun 2023 telah melebihi proyeksi pemerintah yaitu sebesar 5 persen.

Kontributor utama dari Produk Domestik Bruto (PDB) adalah sektor konsumsi rumah tangga yang mencapai 4,82 persen dan dari sektor investasi memberikan kontribusi sebesar 4,40 persen.

Dengan adanya geliat dari kontributor segmen investasi tersebut, maka dapat dipastikan bahwa kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia masih sangat kuat serta potensi pasar yang besar masih menjadi daya tarik tersendiri untuk meyakinkan para Investor menanamkan modalnya di Indonesia.

“Namun, Perseroan tetap waspada dan melakukan antisipasi serta strategi jangka panjang terhadap faktor-faktor apabila terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang akan berdampak pada menurunnya pertumbuhan ekonomi Perseroan di tahun-tahun mendatang”, tandas Hengky.

Pada tahun 2023, untuk jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Indonesia mencapai 1,14 juta pengunjung dimana peningkatan tersebut terjadi sebesar 20,17 persen dibandingkan Desember 2022 atau jika dibandingkan bulan November 2023 terjadi peningkatan sebesar 22,91 persen.

Sedangan untuk jumlah kunjungan wisatawan nasional tahun 2023 mencapai 676 ribu pengunjung dengan peningkatan sebesar 15,05 persen dibandingkan Desember 2022 atau jika dibandingkan bulan November 2023 terjadi peningkatan sebesar 2,63 persen.

Dengan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan nasional maupun mancanegara di tahun 2023, pemerintah semakin optimis untuk terus gencar dengan melakukan berbagai upaya dan langkah serta strategi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif pada industri pariwisata Indonesia khususnya untuk industri perhotelan.

Kinerja Keuangan Perseroan

Berikutnya, Hengky mengungkapkan ringkasan kinerja keuangan Perseroan tahun 2023 yang tumbuh berkelanjutan dengan tren pertumbuhan positif, dan diharapkan akan semakin meningkatkan kinerja perseroan pada tahun-tahun berikutnya. Dimana kinerja perseroan di tahun 2023 terus menunjukan tren pertumbuhan positif.

Diantaranya dari segi pendapatan pada tahun 2023 telah mengalami kenaikan sebesar 47,51 persen, dari 90,23 miliar di tahun 2022 menjadi 133,10 miliar pada tahun 2023. Pertumbuhan pendapatan Perseroan berdampak pada net profit yang turut bergerak positif sebesar 25,21 persen, dari minus 30,17 miliar pada tahun 2022 menjadi minus 22,56 miliar pada tahun 2023. Selanjutnya untuk average room rate juga mengalami kenaikan sebesar 3,62 persen dari tahun 2022 ke tahun 2023.

“Kontributor segmentasi pendapatan dari tahun 2022 hingga tahun 2023 masih dari segmen Food and Beverage dengan pertumbuhan kenaikan sebesar 8% dari 51 persen menjadi 59 persen. Perseroan juga menyadari bahwa masih terdapat potensi untuk peningkatan lebih lanjut khususnya dalam pendapatan dari sektor kamar. Perseroan tentunya terus merencanakan langkah-langkah serta upaya untuk meningkatkan occupancy kamar dengan pemasaran dan promosi yang lebih gencar serta melakukan renovasi kamar-kamar untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan sehingga diharapkan dapat mendongkrak Average Room Rate,” jelas Hengky.

Hengky melanjutkan, perseroan juga akan terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional dengan mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan proses bisnis untuk dapat memaksimalkan margin laba yang dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan bagi Perseroan. Di tahun 2023, untuk Cost of Sales hanya mengalami peningkatan yang tidak terlalu signifikan yaitu sebesar 0,85 persen dan untuk Administrative and General Expenses mengalami penurunan hingga 23,27 persen jika dibandingkan tahun 2022.

“Untuk Average Room Rate unit Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta terus mengalami peningkatan sejak tahun 2021 dengan kenaikan pada tahun 2023 sebesar 2,03 persen dari tahun 2022. Untuk Occupancy Rate unit Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta mengalami kenaikan di tahun 2023 sebesar 9,23 persen dari tahun 2022. Perseroan akan terus berupaya untuk melakukan inovasi dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan melanjutkan program renovasi kamar dan fasilitas pendukung lainnya dengan memastikan bahwa kamar-kamar tetap modern, nyaman dan memenuhi standar terkini sehingga dapat terus menarik perhatian dan kepercayaan dari para tamu,” papar Hengky.

Strategi Perkembangan Operasional

Dari sisi bisnis, Perseroan berkomitmen untuk terus melakukan perkembangan baik dari sisi operasional maupun dari sisi pengembangan bisnis dari berbagai segmen untuk tahun 2024. Dimana Perseroan secara bertahap terus melakukan strategi perkembangan operasional dan juga perkembangan bisnis dengan tujuan agar meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi para tamu yang menginap. Adapun pengembangan bisnis tahun 2024 yang dilakukan oleh Perseroan yaitu pengembangan bisnis segmen produk, pengembangan bisnis segmen operasional bisnis, dan pengembangan bisnis segmen pelayanan customer baik untuk unit Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta maupun unit Hotel Sahid Bandar Lampung.
Hengky mengungkapkan, sebagai salah satu langkah konkret Perseroan dalam pengembangan bisnis dari segmen produk yaitu dengan melakukan renovasi kamar Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta lantai 11 dan 15 dengan total kamar yang direnovasi sebanyak 78 kamar terdiri dari 70 kamar standar dan 8 kamar suite. Renovasi yang dilakukan dengan mengupgrade beberapa fasilitas kamar, renovasi mechanical electrical dan plumbing serta renovasi pada interior untuk memberikan kenyaman yang lebih kepada para tamu selama menginap dengan fasilitas kamar yang sudah terkini.

Pengembangan bisnis dari segmen produk lainnya yaitu telah selesai dilakukannya renovasi pada fasilitas ballroom Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta seperti pada ballroom Candi Prambanan, Candi Pawon, Candi Bentar, Candi Kalasan, Candi Dieng, Candi Mendut, Candi Sari, Candi Sukuh, Candi Panataran. Selain itu, renovasi juga dilakukan pada mini ballroom Singosari. Renovasi ini bertujuan untuk menunjang fasilitas ballroom hotel agar dapat memberikan suasana baru dengan fasilitas terkini. Adapun renovasi yang dilakukan yaitu penggantian karpet lama dengan karpet baru pada fasilitas mini ballroom Singosari, penggantian karpet lama dengan granit untuk seluruh ballroom candi-candi. Kemudian melakukan upgrade fasilitas meeting dari LCD menjadi LED atau Giant Smart TV, Bluetooth dan wireless connection untuk semua equipment serta melakukan perbaharuan fasilitas meja dan kursi meeting room.

Pada segmen operasional bisnis, Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta akan kembali mengoperasikan area resto Andrawina dengan lokasi yang strategis yaitu berada pada sisi depan Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta sehingga akan menarik perhatian bagi para tamu hotel yang menginap maupun yang sedang melangsukan kegiatan di sekitar area hotel. Area Resto Andrawina akan dioperasikan kembali dengan mengusung dua konsep yaitu sebagian area difungsikan menjadi all day dining dan sebagian area lagi akan disewakan.

Pada segmen pelayanan customer, Perseroan melakukan renovasi pada signage logo “Grand Sahid Jaya” dengan tujuan sebagai bagian dari peremajaan signage logo hotel serta untuk memberikan visual yang lebih modern.

Perseroan juga melakukan repaint dinding samping hotel Grand Sahid Jaya Jakarta yang sudah tampak kusam dan terdapat defect pada beberapa bagian dengan tujuan agar dapat menunjang sisi luar hotel lebih terlihat rapi dan tentunya menambah nilai estetika pada bangunan hotel.

Sama halnya dengan repaint dinding hotel, perapihan pun juga dilakukan pada bagian lobby Puri Agung hotel Grand Sahid Jaya Jakarta dengan memperbaiki plafond lobby yang pada beberapa bagian tampak defect seperti plafond yang berlubang. Mengingat lobby Puri Agung merupakan salah satu pintu masuk hotel yang menjadi citra hotel, maka Perseroan memprioritaskan untuk melakukan renovasi pada bagian tersebut agar tampak lebih rapi. Untuk kawasan sekitar hotel, Perseroan melakukan penataan ulang pada beberapa bagian ruang terbuka seperti taman dengan tujuan untuk memberikan keindahan dan mempercantik tampilan di sekitar kawasan hotel Grand Sahid Jaya Jakarta sehingga mampu menarik dan memberikan pengalaman baru bagi para tamu dan pengunjung hotel.

Untuk unit Hotel Sahid Bandar Lampung, Perseroan melakukan renovasi pada Rakata Ballroom Hotel Sahid Bandar Lampung yang menjadi salah satu fasilitas hotel. Renovasi yang dilakukan yaitu pada bagian bangunan dan interior ballroom sebagai langkah dari Perseroan untuk memperbaharui fasilitas-fasilitas hotel agar dapat meningkatkan pendapatan Hotel Sahid Bandar Lampung pada tahun-tahun berikutnya.

Perseroan berencana untuk mengembangan bisnis di area Hotel Sahid Bandar Lampung dengan memanfaatkan lahan yang sudah ada untuk dibangun menjadi Sahid Bandar Lampung Aviary Park dengan luas area sekitar 3,5 hektar. Dengan adanya wahana baru di kawasan Hotel Sahid Bandar Lampung, maka pengunjung tidak hanya dapat menginap atau menggunakan fasilitas hotel saja namun juga dapat menikmati area Sahid Bandar Lampung Aviary Park serta fasilitas di dalamnya.

Untuk ekspansi bisnis di tahun 2023, Perseroan telah melakukan relaunching kerjasama pengelolaan hotel syariah pertamanya pada tanggal 25 April 2023 yaitu mengelola Sahid Azizah Syariah Hotel & Convention yang berlokasi di Kota Kendari. Merupakan hotel bintang 3 yang memiliki fasilitas 85 rooms, 6 meeting rooms, 1 ballroom dengan kapasitas hingga 2000 pax.

Selain itu juga, Perseroan telah melakukan signing management agreement dengan Menantu Resort pada tanggal 19 Juni 2023 yang berlokasi di Bandung Timur yang mengusung Konsep Villatel dengan luxury villas sehingga diharapkan dapat menjadi destinasi wisata baru di kawasan puncak Cicalengka – Bandung.

Adapun fasilitas yang dimiliki Menantu Resort yaitu 153 Villa, Ballroom, Resto dan Swimming Pool. Dengan ekspansi bisnis yang telah dilakukan pada tahun 2023 tersebut, Perseroan optimis untuk dapat mencapai pertumbuhan pendapatan pada tahun-tahun berikutnya.

Untuk tahun 2024, Perseroan telah menargetkan ekspansi bisnisnya dengan melakukan kerjasama pengelolaan Hotel Sahid Vanilla Nagoya Batam yang berlokasi di Nagoya Batam. Merupakan hotel bintang 3 dengan fasilitas 108 rooms, 2 meeting rooms dengan kapasitas 30 hingga 200 pax serta memiliki fasilitas restaurant dan café hingga skylight lounge. Dengan pengembangan bisnis yang dilakukan oleh Perseroan pada tahun 2024, diharapkan dapat meningkatkan performa kinerja Perseroan serta peningkatan pendapatan Perseroan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *