1 Februari 2026
WhatsApp Image 2026-01-31 at 05.42.22 (1)

Marketplus.id Di tengah ritme hidup yang semakin cepat, spa dan wellness bukan lagi soal memanjakan diri semata, melainkan bagian dari gaya hidup modern. Di balik perubahan cara masyarakat memandang wellness inilah, Odilia Infinity Corp menapaki perjalanannya—perlahan, konsisten, dan penuh strategi—selama 15 tahun terakhir.

General Manager Corporate Odilia Infinity Corp, Venny Artha menjelaskan bahwa perjalanan bisnis ini dimulai pada tahun 2010, saat Alaya Spa lahir dan pertama kali berkolaborasi dengan sebuah gym besar di Indonesia.

Saat itu, konsep spa masih identik dengan hotel mewah atau destinasi liburan. Namun Alaya melihat peluang lain: wellness sebagai kebutuhan sehari-hari. “Awalnya kami fokus pada kolaborasi, bukan membuka banyak cabang sendiri,” ungkap Venny di Jakarta, Selasa, (27/1).

Langkah itu membawa Alaya masuk ke jaringan hotel. Satu demi satu kolaborasi terjalin, dari hotel bintang empat hingga bintang lima, dengan karakter desain yang beragam—klasik hingga modern. Alaya berkembang menjadi satu bentuk korporasi dengan nama Odilia Infinity Corp tumbuh menjadi salah satu operator spa terbesar di Indonesia dengan hampir 250 hotel partner di seluruh nusantara.

Seiring pertumbuhan, Odilia Infinity Corp mulai merapikan portofolionya. Spa tidak lagi diposisikan sebagai layanan seragam, melainkan pengalaman dengan karakter yang berbeda.

Lahir lah Annathaya Luxury, brand spa yang diposisikan khusus untuk hotel bintang lima. Bukan hanya soal ruang mewah atau pelayanan kelas dunia, Annathaya juga membawa cerita lokal ke dalam setiap treatmentnya.

“Massage di Sumatra, Jawa, atau Bali tidak dibuat sama. Setiap daerah memiliki signature treatment yang mencerminkan budaya dan karakter lokalnya. Local wisdom menjadi bagian dari pengalaman, bukan sekadar gimmick,” lanjut Venny.

Di sisi lain, Annathaya Wellness hadir sebagai jembatan antara luxury experience dan gaya hidup urban masa kini, dengan mengusung perjalanan spa eksklusif, namun dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan relevan untuk gaya hidup urban.

Menariknya, seluruh treatment yang ditawarkan bukan hasil adopsi dari luar. Semua dikembangkan sendiri melalui tim internal trainer dan Research Development. Setiap teknik, alur treatment, hingga durasi memiliki tujuan yang jelas—mulai dari relaksasi hingga penanganan otot tertentu.

Transformasi tidak berhenti di situ. Alaya Spa, yang menjadi cikal bakal perjalanan ini, kini bertransformasi menjadi Odilia—brand dengan konsep tradisional Indonesia yang kuat. Mulai dari desain ruangan hingga treatment, Odilia menghadirkan nuansa klasik yang terinspirasi dari kekayaan budaya lokal.

Sementara itu, untuk pasar yang lebih dinamis dan praktis, Odilia Infinity Corp menghadirkan Nirvaya. Brand ini mengusung konsep minimalis tanpa banyak ritual. Filosofinya sederhana: datang lelah, pulang lebih segar.

Nirvaya juga menjadi pintu masuk Odilia Infinity Corp ke dunia olahraga. Sport massage, yang berkolaborasi dengan sport club, hingga rencana dukungan sport massage untuk atlet dan komunitas olahraga mulai dikembangkan. Beberapa lokasi baru pun disiapkan, Bandung dan Jakarta adalah tempat pertama Nirvaya berkolaborasi dengan padel club.

Tak hanya spa, grup ini juga mengelola gym dengan brand The Square, memperkuat posisinya sebagai pemain wellness lifestyle yang menyeluruh.

Tahun 2026 ini menjadi fase baru. Setelah bertahun-tahun dikenal melalui kolaborasi hotel, Odilia Infinity Corp resmi membuka independent outlet pertamanya di Arden Grove Kuningan, Jakarta Selatan.

Langkah ini menandai pergeseran strategi dengan mendekatkan pengalaman spa premium ke kehidupan urban sehari-hari. Di kuartal empat tahun ini, independent outlet kedua direncanakan hadir di Jakarta Selatan.

Dari Ruang Treatment ke Rak Retail

Memasuki usia 15 tahun, Odilia Infinity Corp bersiap melangkah lebih jauh ke dunia retail wellness. Pada Q3 tahun ini, perusahaan akan meluncurkan rangkaian produk massage, treatment, parfum, hingga makeup di bawah brand Odelique.

Alih-alih skincare, Odilia Infinity Corp memilih produk yang lebih universal dan dekat dengan pengalaman spa sehari-hari. Odelique menjadi ekstensi gaya hidup dari pengalaman spa yang selama ini dibangun.

Di balik sentuhan tradisional dan experience luxury, Odilia Infinity Corp juga serius membangun fondasi digital. Perusahaan ini telah mengembangkan sistem IT terintegrasi untuk HR, keuangan, operasional, hingga analisis pasar—yang ke depannya juga akan ditawarkan ke hotel dan spa lain.

Tak berhenti di sana, digital membership dengan aplikasi sendiri ditargetkan meluncur mulai semester dua tahun ini. Lewat aplikasi tersebut, pelanggan bisa melakukan booking, memilih treatment, hingga menentukan outlet hanya lewat ponsel.

Setiap brand Odilia Infinity Corp memiliki identitas visual yang kuat. Annathaya tampil dengan gaya American classic bernuansa brown, gold, dan rose gold. Odilia membawa nuansa Indonesia yang lebih kental, perpaduan maroon dan hijau yang kental akan tradisi. Sementara Nirvaya tampil lebih modern dengan sentuhan ungu, silver dan broken white.

Mulai dari ambience ruangan hingga busana terapis, semua dirancang agar sejalan dengan karakter brand—karena bagi Odilia Infinity Corp, wellness juga soal estetika dan rasa.

Kini, dengan sekitar 50 outlet Annathaya dan lebih dari 200 outlet Odilia dan Alaya, perjalanan Odilia Infinity Corp masih terus berlanjut. Dari spa hotel, independent outlet, dunia olah raga, hingga retail dan digital, satu benang merah tetap dijaga: wellness sebagai bagian dari gaya hidup modern yang relevan, membumi, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *