Marketplus.id – Sehubungan dengan dimulainya kegiatan operasional Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated (PRS), Artotel Group bersama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menyelenggarakan acara pembukaan hotel melalui sebuah pameran arsip yang bertajuk “Raden Saleh & Cikini, Genealogi Ruang, Seni, dan Ingatan.”
Pameran ini berlangsung di Selasar Nashar, ruang seni PRS yang terletak di lantai 8 dan dapat dikunjungi oleh Masyarakat, Pecinta Seni, dan tamu hotel mulai tanggal 21 April 2026.
Pameran ini merefleksikan penghormatan terhadap jejak sejarah kawasan Cikini, nilai artistik Raden Saleh, serta kesinambungan Taman Ismail Marzuki sebagai ruang ekspresi seni dan budaya, dan sebagai wujud komitmen PRS yang ingin menghadirkan ruang temu antara seni dan hospitality dan sebagai creative hub yang merangkul dan memperkuat ekosistem seni yang telah lama tumbuh di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM).
Mengangkat sosok Raden Saleh sebagai maestro lukis Indonesia, pameran ini menyoroti nilai historis kawasan Cikini, khususnya Taman Ismail Marzuki yang dulunya merupakan bagian dari kompleks kediaman Raden Saleh. Hal ini memperkuat keterkaitan antara warisan seni sang maestro dengan perkembangan kawasan tersebut sebagai pusat kebudayaan hingga saat ini. Melalui pendekatan kuratorial berbasis arsip, pengunjung diajak memahami genealogi ruang dan memori yang membentuk identitas Cikini sebagai episentrum kreativitas. Beragam materi arsip, dokumentasi visual, serta narasi sejarah disajikan untuk memberikan pengalaman yang reflektif sekaligus edukatif.
Eduard Rudolf Pangkerego, Chief Operating Officer Artotel Group menyatakan, “Kehadiran Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated bukan sekadar sebagai hotel, melainkan sebagai platform yang menghidupkan kembali dialog antara seni dan masyarakat. Pameran ini menjadi langkah awal kami untuk menghadirkan program-program budaya yang relevan dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari ekosistem seni di Taman Ismail Marzuki, Paviliun Raden Saleh diharapkan dapat menjadi ruang kolaboratif bagi seniman, kurator, komunitas, serta publik luas untuk saling bertukar gagasan dan inspirasi. Dengan mengusung semangat “Cultural Symphony, Artistic Hospitality”, Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya nyaman, tetapi juga kaya akan nilai artistik dan budaya.”
Dalam kesempatan ini izinkan Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dewan Kesenian Jakarta atas kolaborasi dan dukungan yang telah terjalin dalam mewujudkan pameran “Raden Saleh & Cikini”. Kerja sama ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara pelaku industri hospitality dan institusi seni dalam menghidupkan kembali narasi sejarah serta memperkaya ekosistem budaya di Jakarta.”tambahnya.
Bambang Prihadi, Ketua Dewan Kesenian Jakarta menyampaikan, “Dewan Kesenian Jakarta turut bangga atas dibukanya Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated. Nama tersebut diusulkan DKJ sebagai pengingat bagi kita bahwa seorang pelukis besar; Raden Saleh Syarif Bustaman berkontribusi pada gerakan seni dan ilmu pengetahuan. Hingga hari ini semangat itu terwujud dengan hadirnya Planetarium dan ekosistem seni yang dijaga oleh DKJ.
“Kebutuhan atas tempat penginapan yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki cukup mendesak. Setelah lebih dari 30 tahun, TIM kehilangan wisma seni yang mendukung kebutuhan pelaku seni khususnya yang berasal dari luar kota Jakarta. Sebagai salah satu fasilitas kawasan seni, Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated bukan sekadar penginapan, melainkan ruang pertemuan gagasan kebudayaan dan percakapan lintas seni. Segaris semangat dengan Artotel Group yang berpihak pada pengembangan dan pemanfaatan karya seni. Tak aneh bila lobby lantai 8, dinamai Selasar Nazar, sebagai salah satu ruang yang akan terintegrasi dengan kalender program seni di kawasan TIM.” ujar Bambang.
Pada periode pembukaan, Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated menghadirkan penawaran spesial harga kamar mulai dari Rp 630.000 per malam. Penawaran ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk tidak hanya menikmati pengalaman menginap yang artistik, tetapi juga merasakan kedekatan dengan pameran “Raden Saleh & Cikini” serta atmosfer budaya di kawasan Taman Ismail Marzuki.