Marketplus.id – Pertumbuhan financial technology (fintech) di masa kini memang mulai merambah semua lini kehidupan masyarakat. Segala jenis transaksi melalui media sosial (Facebook, Instagram, WhatsApp, dll), dari transportasi, membeli makan, jalan-jalan, hingga berbelanja kebutuhan sehari-hari menjadi lebih mudah terutama karena didukung fintech. Namun di sisi lain, fintech memiliki tantangan tersendiri, masih banyak masyarakat Indonesia yang asing dan belum tepat dengan penggunaannya.
Dalam survei IMD World Digital Competitiveness 2019, daya saing Indonesia masih berada di peringkat 56 dari 63 negara. Angka ini termasuk rendah dibandingkan dengan negara-negara di Asean. Memiliki digital skills merupakan salah satu kunci peningkatan daya saing, tidak hanya bagi angkatan kerja tetapi juga masyarakat umum.
Badriyah Wulandari, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia & Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdi Masyarakat Universitas PGRI Wiranegara, mengatakan saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (7/7/2021), masyarakat perlu menguasai literasi keuangan digital. Apalagi, pandemi Covid-19 telah memaksa semua pihak, mulai dari pemerintah, perbankan, sampai masyarakat, harus berdaptasi dengan teknologi atau digital.
“Akses keuangan juga mengalami digitalisasi yang meningkat. Jadi merambah, tidak hanya akses keuangan, tapi investasi online yang sudah mulai di seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.
Lanjutnya, milenial memiliki potensi besar dalam layanan keuangan digital, karena sebanyak 95% menggunakan smartphone dan 49% telah menggunakan internet banking.
“Namun permasalahannya literasi keuangan milenial masih tergolong rendah, untuk itu literasi keuangan bagi milenial menjadi penting,” ujarnya.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (7/7/2021) juga menghadirkan pembicara Shahril Shahputra Azis (Business Development Online & Former Partner Growth Lead at Midtrans (Gojek Group)), Ir. R. Sugeng Rahardjo (Kepala Bidang Aplikasi dan Infrastruktur TIK pada Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo), Dhimas Dwi N (Dosen Bahasa Inggris Polinema), dan M. Mario Alvin Spandhi sebagai Key Opinian Leader.