18 Februari 2026
Thomas William - Photo 2.jpg

Marketplus.idProyek Waste-to-Energy (WTE) Danantara memasuki fase paling krusial menjelang pengumuman pemenang lelang tahap pertama pada Februari 2026.

Dari total 24 peserta, hanya empat yang akan ditetapkan sebagai pemenang sebelum proyek memasuki tahap groundbreaking pada Maret 2026 dan berlanjut ke fase ekspansi hingga pertengahan tahun.

Dengan timeline yang semakin dekat, perhatian pasar mulai meningkat dan spekulasi pun berkembang. Analis pasar Thomas William (Towils) menyebut adanya kemungkinan kejutan dalam penentuan pemenang proyek tersebut.

“Selama ini yang dirumorkan kan OASA, TOBA, MHKI. Tapi yang saya dengar justru bisa saja bukan nama-nama itu. Ada kemungkinan yang dapat malah DAAZ. Ini masih rumor ya, belum ada konfirmasi resmi. Kita lihat saja nanti benar atau tidak,” ujarnya melalui youtube di acara Ajaib CuanTalks Podcast.

DAAZ yang dimaksud adalah PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ). Pernyataan tersebut memicu diskusi baru di kalangan pelaku pasar, terutama karena nama tersebut sebelumnya tidak menjadi fokus utama dalam rumor awal proyek WTE.

Seiring beredarnya spekulasi tersebut, peningkatan volume transaksi pada saham terkait sempat terlihat. Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi mengenai keterlibatan atau posisi emiten tersebut dalam struktur konsorsium tahap pertama.

Seleksi Ketat, Hanya Pemain dengan Kapasitas Riil

Proyek WTE Danantara menetapkan standar teknis dan finansial yang tidak ringan. Peserta wajib memiliki pengalaman mengoperasikan fasilitas WTE dengan kapasitas minimal 1.000 ton per hari serta memiliki rekam jejak operasional dan pemeliharaan (O&M) yang teruji.

Dari sisi finansial, perusahaan harus memiliki aset besar, struktur ekuitas kuat, dan rasio utang yang sehat. Kriteria ini secara alami menyaring peserta menjadi kelompok pemain besar dengan kapasitas dan pengalaman industri yang matang.

Dalam proyek berskala besar, periode menjelang pengumuman pemenang sering kali menjadi fase dengan ekspektasi tinggi dan sensitivitas pasar yang meningkat.

Spekulasi, positioning lebih awal, hingga pergerakan volume transaksi menjadi bagian dari dinamika tersebut.

Namun penting dicatat, rumor tetaplah rumor. Hasil akhir akan ditentukan oleh pengumuman resmi serta nilai kontrak, skema pembiayaan, dan struktur proyek yang disepakati.

Di luar dinamika pasar jangka pendek, proyek WTE Danantara memiliki dampak yang lebih luas terhadap pengelolaan sampah, ketahanan energi domestik, dan arah investasi pada sektor transisi energi.

Jika berjalan sesuai rencana, proyek ini berpotensi menjadi bagian dari perubahan struktural dalam ekosistem energi dan lingkungan Indonesia.

Februari 2026 akan menjadi titik pembeda — apakah hasilnya sesuai ekspektasi yang berkembang, atau menghadirkan kejutan seperti yang dirumorkan. Kepastian tinggal menunggu pengumuman resmi.

Credit: youtube @ajaib.investasi | https://www.youtube.com/watch?v=4VTzXNT3IvE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *