13 Maret 2026
ChatGPT Image 13 Mar 2026, 20.55.51 copy

Marketplus.id – Peredaran Minyak Kutus Kutus palsu ditemukan di sejumlah toko herbal pada platform e-commerce. Produsen Kutus Kutus mengungkapkan produk tiruan tersebut dijual dengan harga jauh lebih murah dari harga resmi, sehingga berpotensi menyesatkan konsumen.

Owner Kutus Kutus, Fazli Hasniel Sugiharto yang akrab disapa Arniel, mengingatkan masyarakat agar lebih cermat sebelum membeli produk herbal, terutama yang digunakan langsung pada tubuh.

Menurut Arniel, produk palsu tidak hanya merugikan konsumen dari sisi kualitas, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan karena bahan yang digunakan tidak diketahui standar maupun komposisinya.

“Produk herbal digunakan langsung pada tubuh. Produk palsu tentu berpotensi membahayakan. Karena itu konsumen perlu memahami ciri keaslian produk dan membeli dari jalur distribusi resmi,” ujar Arniel di Jakarta, kemarin.

Ia juga menyoroti fenomena penjualan produk dengan harga yang jauh di bawah harga pasaran.

“Harga yang terlalu murah sering kali menjadi indikator awal adanya produk yang tidak resmi,” katanya.

Temuan Produk Diduga Palsu di E-Commerce

Tim lapangan Kutus Kutus menemukan produk yang diduga palsu dijual di salah satu toko herbal di platform e-commerce. Produk tersebut dijual bersama berbagai produk herbal lain dan tidak berasal dari distributor resmi.

Dari hasil pembelian sampel produk tersebut, tim menemukan sejumlah perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan produk asli.

“Dari tampilan kemasan sebenarnya sudah bisa terlihat perbedaannya,” ujar salah satu anggota tim lapangan Kutus Kutus.

Setelah kemasan dibuka, tim juga menemukan perbedaan pada aroma dan tekstur minyak. “Teksturnya jauh lebih encer dan aromanya cukup menyengat,” katanya.

Tim menduga bahan yang digunakan pada produk tersebut tidak sesuai dengan standar minyak herbal untuk pemakaian balur sehingga berpotensi membahayakan kulit.

Produk yang diduga palsu tersebut dijual dengan kisaran harga Rp50.000 hingga Rp80.000 untuk ukuran 100 ml, jauh di bawah harga pasar resmi.

Selain itu, toko penjualnya juga tidak berstatus verified seller dan menampilkan berbagai produk herbal lain dalam etalasenya.

Perbedaan Kemasan Kutus Kutus Asli dan Palsu

Konsumen sebenarnya dapat mengenali perbedaan produk asli dan palsu dari tampilan kemasan maupun botol. Berikut beberapa ciri yang dapat diperhatikan:

Finishing Cetak

Palsu: Tampak lebih buram dan sederhana

Asli: Cetakan lebih rapi dan terlihat premium

Detail Ilustrasi

Palsu: Ilustrasi rempah dan daun terlihat datar dan kurang detail

Asli: Ilustrasi lebih tajam dan bertekstur

Logo KUTUS KUTUS

Palsu: Logo berbentuk bunga dengan warna kuning polos

Asli: Logo berlatar hitam dengan outline emas yang kontras

Warna Kemasan

Palsu: Hijau terlihat pucat

Asli: Hijau lebih pekat dan kontras

Tulisan “MINYAK BALUR”

Palsu: Huruf kuning terang

Asli: Huruf emas atau kuning tua yang lebih tegas

Tampilan Botol

Palsu: Botol kosmetik generik

Asli: Desain lebih eksklusif dan khas

Tutup Botol

Palsu: Tutup plastik bening

Asli: Tutup hijau gelap solid

Bahan Botol

Palsu: Botol transparan atau frosted sederhana

Asli: Botol gradasi hijau tua

Warna Minyak

Palsu: Minyak tampak keruh kekuningan

Asli: Minyak lebih gelap dan jernih

Aroma dan Tekstur

Perbedaan juga dapat dikenali dari aroma minyak.

Palsu: Aroma menyengat

Asli: Aroma herbal khas dari perpaduan berbagai bahan alami

Kisaran Harga Resmi 2026

Berdasarkan pantauan pada kanal distribusi resmi, harga Minyak Kutus Kutus pada 2026 berada pada kisaran:

– Rp90.000 untuk ukuran 35 ml

– Rp170.000 untuk ukuran 100 ml

Perbedaan harga dapat terjadi karena faktor distribusi atau promosi. Namun konsumen diimbau untuk waspada apabila menemukan harga yang jauh di bawah kisaran tersebut.

Arniel kembali mengingatkan masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli produk herbal.

“Konsumen sebaiknya membeli dari distributor resmi dan memperhatikan ciri kemasan serta kualitas produk. Hal ini penting agar manfaat produk herbal dapat dirasakan secara aman,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *