Marketplus.id – Industri teknologi kian berkembang pesat dengan segala inovasi terbarunya, salah satunya artificial intelligence (AI) alias kecerdasan buatan.
Perkembangan teknologi yang sangat cepat mungkin akan mengancam beberapa bidang profesi pekerjaan.
Co-Founder Akademi Crypto Timothy Ronald menjadi salah satu figur publik yang dikenal memandang perkembangan teknologi dapat menggantikan profesi dan pekerjaan manusia dalam waktu dekat. Sehingga, dirinya ingin mengedukasi generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Menurutnya, kehadiran kecerdasan buatan dapat menggantikan suatu profesi pekerjaan, salah satunya adalah analis. Timothy yang kerap disapa Ncek ini menggunakan AI untuk membantunya dalam menganalisis perusahaan.
Artinya, ia tidak membutuhkan lagi jasa analisis finansial yang saat ini sudah dapat digantikan oleh AI. Terlebih, teknologi itu memiliki jutaan informasi yang didapat dari internet dan inovasi itu tidak mempunyai ego bak manusia.
“Kalau dulu gua butuh financial analysis misalnya untuk bantu gua analisa perusahaan, bantu analisa market gitu, itu gua butuh ada orang untuk bisa ngelakuin misalnya Excel financial modeling. Jadi ketika gua tidur kalau tidak ada dua agen (AI) yang bekerja untuk melakukan analisa, jadi yang gua lakukan adalah agen gua gua suruh bikin modeling tentang perusahaan ini. Ya, 2-3 jam dia kerja, hasilnya ini,” ucap Timothy, dalam unggahan YouTube berjudul Selamat Tinggal Kelas Menengah, Kamis (26/03).
Jadi, kehadiran inovasi AI dapat mempersingkat waktu pekerjaan termasuk analisis keuangan sesuai dengan perintahnya. Sehingga, profesi dan pekerjaan yang menggunakan otak dalam prosesnya, kemungkinan akan tergantikan oleh adanya teknologi tersebut.
“Pekerjaan yang menggunakan otak, tangan, ngetik di komputer itu semua sudah bisa digantikan dengan agentic AI,” ujarnya.
Ia juga menuangkan isi pikirannya bahwa para pekerja fisik juga dapat terancam jika kehadiran robot humanoid mulai direalisasikan. Pasalnya, dengan segala kemampuan fisik dan otak melalui AI dalam mengotomasi suatu pekerjaan, dapat mengancam eksistensi manusia di masa depan.
“Sedangkan untuk ganti fisik (pekerjaan) ini dibutuhkan robotik gitu. Dibutuhkan humanoid robot yang sekarang belum sampai teknologinya,” katanya.