31 Mei 2026
Sequis-ilustrasi

Marketplus.id – Jobstreet by SEEK menyoroti sejumlah pelajaran penting bagi praktisi HR dan pemimpin bisnis dalam menghadapi dinamika perusahaan modern, mulai dari mengelola perbedaan budaya kerja, memimpin generasi muda dengan pendekatan yang tepat, hingga menempatkan HR sebagai penggerak strategi bisnis. Insight ini disampaikan dalam perbincangan bersama Widyo Rulyantoko, Head of Asia Pacific Business Admin Group Hyundai Motor, dalam episode kedua Power Talks oleh Jobstreet by SEEK.

Dirangkum dari diskusi tersebut, ada lima pelajaran kepemimpinan yang relevan bagi perusahaan yang ingin membangun organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing.

1. Pemimpin perlu memastikan tim bertarung melawan kompetitor, bukan sesama rekan kerja

Dalam organisasi lintas fungsi dan lintas negara, perbedaan cara kerja sering kali berpotensi memunculkan gesekan internal. Widyo menekankan bahwa pemimpin perlu terus mengingatkan tim bahwa “pertarungan” yang sesungguhnya ada di luar perusahaan, yaitu menghadapi perubahan pasar dan kompetitor. Dengan begitu, energi tim dapat diarahkan untuk tujuan bisnis yang lebih besar, bukan habis dalam konflik internal.

2. Kepemimpinan yang efektif harus mampu menjembatani perbedaan budaya

Bekerja dalam lingkungan regional maupun global menuntut pemimpin untuk piawai membaca konteks budaya. Widyo menyoroti pentingnya menemukan common ground di tengah perbedaan gaya kerja, prioritas, dan ekspektasi antarnegara. Menurutnya, keterbukaan, kemampuan bernegosiasi, dan pemahaman terhadap prioritas bersama menjadi kunci agar kolaborasi lintas budaya berjalan efektif.

3. Gen Z perlu dipimpin dengan “purpose” yang jelas, bukan sekadar instruksi

Widyo menilai bahwa generasi muda, termasuk Gen Z, perlu memahami alasan di balik sebuah pekerjaan, bukan hanya menerima arahan teknis. Karena itu, pemimpin perlu memberikan konteks, tujuan, dan dampak dari pekerjaan yang dilakukan, lalu memberi ruang bagi mereka untuk mengeksplorasi cara terbaik dalam mengeksekusinya. Pendekatan ini dapat membantu organisasi mendorong inovasi sekaligus membangun rasa kepemilikan yang lebih kuat.

4. HR perlu diposisikan sebagai business leader, bukan hanya fungsi administratif

Dalam pandangan Widyo, peran HR tidak lagi cukup jika hanya berfokus pada administrasi atau operasional SDM. HR perlu hadir sebagai business leader yang memahami strategi perusahaan, mengelola organisasi, menyiapkan talenta, dan membangun budaya kerja yang mendukung keberlanjutan bisnis. Pergeseran cara pandang ini menjadi semakin penting ketika perusahaan menghadapi perubahan yang cepat dan kompleks.

5. Empati tetap menjadi fondasi penting saat organisasi menghadapi masa transisi

Di tengah tekanan bisnis dan perubahan organisasi, Widyo menekankan bahwa keputusan sulit tetap perlu dijalankan dengan empati. Bagi pemimpin HR, menjaga martabat, komunikasi, dan kemanusiaan dalam setiap proses transisi menjadi hal yang tidak kalah penting dari aspek bisnis itu sendiri. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang kuat bukan hanya soal ketegasan, tetapi juga soal kemampuan memanusiakan orang dalam situasi yang tidak mudah.

“Buat saya, kepemimpinan hari ini bukan hanya soal mengarahkan tim untuk mencapai target, tetapi juga bagaimana kita membangun titik temu di tengah perbedaan budaya, generasi, dan cara kerja. Pemimpin perlu memastikan energi organisasi tetap fokus ke luar, ke tantangan bisnis dan kompetitor, sambil tetap menjaga empati terhadap orang-orang di dalamnya,” ungkap Widyo.

Sawitri, Head of Country Marketing Jobstreet by SEEK Indonesia, mengatakan bahwa percakapan ini menunjukkan bagaimana tantangan kepemimpinan saat ini semakin kompleks dan menuntut perspektif yang lebih strategis dari fungsi HR.

“Insight dari Pak Widyo menegaskan bahwa HR hari ini perlu hadir sebagai business leader yang mampu menjembatani kebutuhan bisnis dengan kebutuhan manusia di dalam organisasi. Ini menjadi semakin penting ketika perusahaan harus bergerak cepat, tetapi tetap menjaga budaya kerja yang sehat dan kolaboratif,” ungkap Sawitri.

Podcast Power Talks merupakan bagian dari komitmen Jobstreet by SEEK untuk menghadirkan ruang diskusi yang relevan bagi ekosistem ketenagakerjaan di Indonesia. Power Talks menghadirkan narasumber para profesional dan ahli di bidang rekrutmen dan SDM dari perusahaan-perusahaan ternama di Indonesia.

“Melalui Power Talks, kami ingin membawa percakapan yang lebih jujur, praktis, dan dekat dengan realitas dunia kerja. Harapannya, para profesional HR, pemimpin bisnis, dan pencari kerja bisa mendapatkan perspektif baru yang dapat langsung diterapkan,” ujar Sawitri.

Power Talks relevan bagi profesional HR yang ingin mengembangkan karier, pemimpin bisnis yang membangun tim berkinerja tinggi, serta pencari kerja yang menavigasi dinamika baru dunia kerja di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *