Marketplus.idSaat ini, tak jarang kita temui perempuan yang aktif berkarir dan berusaha di berbagai sektor dan industri. Peranan wanita tak lagi hanya mengurus keluarga di rumah, tapi juga memiliki hak yang sama dengan laki-laki untuk bekerja dan memilih bidang profesi sesuai yang diinginkan.

Menyambut Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada hari ini (8/3), Marketplus mengangkat sosok perempuan inspiratif di bidang komunikasi dan pemasaran.

Menjabat sebagai Head of Corporate Communications P&G Indonesia, Dinda Kusumawardani  merupakan spesialis pemasaran dan komunikasi korporat dengan eksposur maupun pengalaman dari ragam industri seperti keuangan, TIK, olahraga, layanan masyarakat dan perusahaan FMCG di Indonesia dan Australia.

Dinda telah memiliki lebih dari 12 tahun pengalaman di bidang pemasaran, komunikasi, hubungan eksternal, dan CSR di berbagai industri di perusahaan multinasional maupun layanan publik.

Lulusan Monash University dengan gelar Bachelor of Business and Commerce ini, mengawali karirnya sebagai konsultan di IndoPacific Edelman, Dinda meniti karir komunikasi di berbagai sektor. Dia mengepalai departemen komunikasi pemasaran di Fujitsu Indonesia dan menjadi garda terdepan dalam bertanggung jawab sebagai Humas dan CSR Prudential Indonesia. Ia juga membantu perusahaan asuransi no. #1 di Indonesia itu memenangkan Chairman’s Challenge global, yang menetapkan Prudential untuk memiliki Yayasan CSR-nya sendiri.

Sebelum bergabung dengan P&G, Dinda menghabiskan empat tahun di Queensland, Australia, dan bekerja sebagai manajer pemasaran dan komunikasi di organisasi nirlaba terbesar, UnitingCare Queensland. Dia memimpin acara penggalangan dana tahunan paling terkemuka, UnitingCare dan Target Christmas Appeal, menjangkau ribuan anak dan keluarga yang membutuhkan.

Saat ini, Dinda memimpin komunikasi korporat di FMCG, terbesar di Indonesia yakni Procter & Gamble (P&G).  Dinda bertanggung jawab dalam membentengi hubungan internal dan eksternal, CSR hingga manajemen krisis perusahaan.

Sebagai juru bicara perusahaan, Dinda tidak pernah luput dalam memberikan perhatian khusus terhadap isu-isu sosial yang kerap terjadi di lingkungan sekitar. Dedikasi dan kecintaan penuh terhadap pekerjaannya ia tuangkan dengan terus mencetuskan program-program inovatif yang berdampak pada keberlanjutan, komunitas, hingga kesetaraan gender.

Baginya, dalam menjalani karir yang terpenting adalah membuat prioritas, dan jangan multitasking. “Lakukan semua satu per satu. Karena multitasking bisa bikin pikun,” tukasnya.

Pun begitu, ibu dua orang anak ini juga menambahkan, bukan berarti tidak bisa  melakukan dan mendapatkan semua hal yang ditargetkan bersamaan di kantor dan di rumah.