Marketplus.id – Promosi pariwisata menjadi salah satu kunci penting untuk keberhasilan upaya meningkatkan angka kunjungan turis di suatu objek wisata. Melalui promosi maka wisatawan akan mengetahui ada lokasi yang menarik untuk disinggahi.

Promosi wisata memberikan informasi kepada publik bahwa ada pemandangan alam yang indah, ada budaya lokal yang memiliki keunikan, dan ada kuliner-kuliner lezat yang siap memanjakan lidah. Dengan promosi yang optimal, semua potensi yang dimiliki suatu tempat tujuan wisata dapat diketahui masyarakat luas dan dapat menggenjot pembangunan sektor pariwisata di suatu daerah.

Menurut Fita Okta Fiana, Key Opinion Leader & Duta Wisata Bondowoso 2019, promosi pariwisata pada saat ini memerlukan terobosan lewat internet atau media sosial, yang dikenal istilah komunikasi atau promosi digital.

Pasalnya, pada era digital promosi pariwisata memang tidak cukup hanya dilakukan melalui media konvensional. Perlu ada terobosan untuk promosi potensi pariwisata memanfaatkan berbagai aplikasi media sosial yang ada. Pada saat ini, ada beragam aplikasi media sosial yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat promosi pariwisata.

Misalkan saja, website, Twitter, Facebook, YouTube, Instagram, dan berbagai aplikasi media sosial lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pengelola objek wisata.

Fita mengatakan, media digital relatif lebih murah, namun bersifat masif. Media sosial juga sangat menarik dan interaktif. Serta terpenting, para pemangku kepentingan dapat mengetahui respons, minat, dan motif wisatawan.Semua itu dapat diketahui melalui dialog atau diskusi pengunjung web, anggota, atau pengikut akun media sosial suatu destinasi wisata.

Terlebih lagi, pada saat ini wisatawan cenderung mencari informasi lewat internet atau media sosial karena lebih mudah, murah, cepat, dan kredibel. Contohnya saja, pada saat ini banyak reservasi hotel, restoran, atau perjalanan yang dilakukan secara dalam jaringan.

Ia menerangkan, hal itu, merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya di bidang pariwisata. “Sudah saatnya pemerintah daerah menangkap kecenderungan perubahan orientasi wisatawan dalam mencari informasi wisata ini,” katanya.

Dia juga menambahkan, konten promosi juga perlu mendapatkan perhatian. Misalkan, fokus mengangkat keunikan suatu daerah. “Tonjolkan keunikan khas daerah masing-masing, agar wisatawan tidak jenuh berkunjung ke satu daerah yang memiliki atraksi sama dengan daerah lain. Daya tarik wisata sebaiknya yang memiliki keunikan yang khas daerah masing-masing,” katanya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNDL) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Senin (2/8/2021) juga menghadirkan pembicara Ayrton Eduardo Aryaprabawa (Founder & Director, Digital Strategist at CREVOLUTIONZ), Firman Aditya Rakasiwi (Trainer IT dan Penulis Buku Informatika IGTIK PGRI), Clara Marisa Purnamasari (Associate Wealth Planner & Internasional Campus Ambasador), dan Agus Gunawan (Bidang Kesekretariatan Relawan TIK Jawa Timur).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.