Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Banyuwangi, (12/8).

Acara dipimpin oleh Moderator Lilies Rolina S.sos,MM., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Zaki Al Mubarok, M.Si., Chusnur Ismiati, S.H, M.M., Vivid Sambas ST, MMT., Tio Utomo., dan Rizky Ardi Nugroho.

Dengan jumlah 1171 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Ibu Vivid Sambas,  Di jaman sekarang ini hampir semua orang mempunyai smartphone. Penggunaan smartphone di zaman sekarang  hanya di gunakan untuk hal-hal yang kurang produktif apa lagi sekarang media teknologi memalui smartphone ini sangat melekat di aktivitas kita di era pandemi ini. Bagaimana tips and trik untuk mengembangkan minat bakat dalam era seperti ini apa lagi era pandemi ini ?

Vivid Sambas menjelaskan, “Membentuk strong Why, mengajak untuk kenali diri dan kelola diri. Memotivasi dengan membuat kreasi, belajar dengan menyenangkan. Misalnya tema Dirgahayu Indonesia , siswa dikasih tugas membuat karya, bisa gambar, tik tok, podcast, dsb. dengan menyediakan wadah kreasi untuk siswa. Fokus pengembangan diri minat bakat”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.