Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kabupaten Ponorogo, (12/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Vio Annisa, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Arif Rahman Hakim, M.Pd., Sawitri Wulansari, S.Psi, MM., Lintang Ratri Rahmiaji, Dr.rer. Nat. I Made Wiryana, S.Kom., S.Si., MAppSc, dan Yasmin Oktavia.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Mengembangkan Minat dan Bakat Melaui Dunia Digital dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 875 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Dr.rer. Nat. I Made Wiryana, S.Kom., S.Si., MAppSc adalah Jejak digital itu memang penting, tetapi tidak semua orang dapat aktif dengan media digital. Apakah dengan meninggalkan sesuatu yang positif dan tidak menyebarkan melalui media digital dapat mempengaruhi kesan positif kita bagi orang yang menggunakan media digital, walaupun kita tidak menggunakan media digital tetapi kebaikan kita diketahui oleh pengguna digital?

I Made Wiryana mengatakan, “Jejak digital dibagi menjadi dua aktif dan pasif, reputasi kita bisa dibentuk dari sosial media. Hati-hati dalam memposting sesuatu dan sebarkan hal positif”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.